DOA

‘Ya Allah, rahmatilah pembaca blog ini, sihatkan ia, ampunilah dosa-dosanya, berkatilah amalannya, janganlah Engkau balikkan hatinya setelah Engkau beri petunjuk dan hidayah kepadanya dan Ya Allah masukkanlah ia dan keluarganya kedalam syurga FirdausMu serta jauhkanlah ia dan keluarganya dari azab nerakaMu. Sesungguhnya Ya Allah, hanya kepada Engkau kami sembah dan hanya kepada Engkau sahajalah kami meminta pertolongan. Ya Allah jika rezeki pembaca blog ini masih diatas langit, turunkanlah ia, jika rezekinya di dalam bumi, keluarkanlah ia, jika rezekinya jauh, dekatkanlah ia, jika rezekinya haram, sucikanlah ia dan jika rezekinya sukar, Engkau permudahkanlah ia” Ya Allah kurniakanlah kepada kami segala kebaikan sebagaimana yang Engkau kurniakan kepada hamba-hamba Mu yang soleh.'

Wednesday, September 18, 2013

WIRID DAN DOA SELEPAS SOLAT - Amalkan

1. Astaghfirullaahal-'azhim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, wa atuubu ilaiih. 3x – (Saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar, tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang senantiasa hidup lagi mengurus segala sesuatu dengan sendiri-Nya, dan saya bertaubat kepada-Nya.)

2. Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalahu, lahulmulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. – (Tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang mempunyai kekuasaan dan kerajaan yang memerintahkan, dan bagi-Nya segala puji-pujian yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu)

3. Allaahumma antas-salaamu wa minkas-salaamu wa ilaika ya'udus-salaamu fa hayyinaa rabbanaa bis-salaami wa adkhilnal-jannata daaras-salaami tabaarakta rabbanaa wa ta'aalaita yaa dzal-jalaali wal-ikraam. – (Ya Allah, Engkau adalah Zat yang mempunyai kesejahteraan dan daripada-Mu lah kesejahteraan itu akan kembali lagi segala kesejahteraan itu. Ya Tuhan kami, hidupkanlah kami dengan sejahtera. Dan masukkanlah kami ke dalam syurga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang kuasa memberi berakah yang banyak dan Engkaulah Yang Maha Tinggi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.)

4. Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim. Maaliki yaumid-diin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash-shiraathal mustaqiim. Shiraathal-ladziina an'amta a'laihim ghairil maghduubi 'alaihim waladh-dhaliin. Amiin. – (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Allah, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pebalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi kenikmatan, bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Semoga Allah memperkenankan.)

5. Wa ilaahukum ilaahuw waahidun laa ilaaha ilaa huwar-rahmaanur-rahiim. – (Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.)

6. Allaahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul-qayyuum, laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa nauum, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, man dzal-ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bi syai'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa', wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya'uuduhuu hifzhuhumaa wa huwal-'aliyyul-'azhiim. – (Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sedikit pun dari ilmu Allah,melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.)

7. Syahiidallaahu an-nahuu laa illaaha illaa huwa, wal malaa-ikaatu wa ulul' ilmi qaa-imaan bilqishti. Laa illaaha illaa huwal 'aziizul hakiim, innad-diina 'indaa llaahil islaam. Qulillaa-humma malaa ikal mulki tu'til mulka man tasyaa-u, wa tudzillu man tasyaa-u, biyaa-dikal khaiiril innakaa 'alaa kulli syai'in qadiir. Tuulijul-laila fin-nahaari, wa tuulijun-nahaara fil lail, wa tukhrijul hayya minal mayyiti, wa tukhrijul mayyita minal hayyi, wa tarzuqu man tasyaa bi-ghairi hisaab. – (Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga menyatakan demikian itu). Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Katakanlah: 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang-orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang-orang yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan orang-orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau merendahkan orang-orang yang Engkau kehendaki, Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau memberi rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab'.)

8. Ilahii yaa rabbii – (Wahai Tuhan kami.)

9. Subhaanallaah. 33x – (Maha Suci Allah.)

10. Subhaanallaahil 'ahiimi wa bihamdihi daa-iimaan qaa-iimaan abadaa. al-hamdu lillaah. – (Maha Suci Allah lagi Maha Agung dan dengan segala puji-Nya tetap untuk selamanya. Segala puji bagi Allah.)

11. Al-hamdu lillaah. 33x – (Segala puji bagi Allah.)

12. Al-hamdu lillaahi rabbil-'alaaminaa 'alaa kullii hallin wa fii kullii hallin wa ni'matiin. Allaahu akhbar. – (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam pada setiap hal dan di dalam setiap hal serta kenikmatan. Allah Maha Besar.)

13. Allahu akhbar. 33x – (Allah Maha Besar.)

14. Allaahu akbar kabiiraw wal-hamdu lillaaahi katsiiraw wa subhaanallahi bukrataw wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. – (Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan puji yang banyak. Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki kekuasaan dan bagi-Nya lah segala puji, Zat yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia berkuasa atas segala sesuatu.)

15. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-'aliyyil 'azhiim. Astagfirullaahal-'azhiim. – (Dan tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia. Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.)

16. A'uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim. Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin, hamdasy-syakiriin, hamdan-naa'imiin, hamday-yuwaafii ni'amahu wa yukaafii maziidah. – (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, yaitu dengan pujian orang-orang yang bersyukur, dengan pujian orang-orang yang mengharapkan nikmat-Mu, dan dengan pujian yang sesuai dengan nikmat-nikmat-Nya dan memadai penambahan-Nya.)

17. Yaa rabbanaa lakal-hamdu wa lakasy-syukru kamaa yambaghii li jalaali wajhikal-kariimi wa 'azhiimi sulthaanik. – (Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji dan syukur, sebagaimana pujian itu patut terhadap kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kerajaan-Mu.) 

18. Allaahummaghfir lanaa dzunuu banaa, wa liwaliidiina, warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa. wa li jamii'il-muslimiina wal-muslimaati wal mu'miniina wal-mu'minaati al ahyaa'iminhum wal-amwaat, innaka antas-samii'un qariibuum-mujibud da'wat, wa yaa qhadiyal hajaat. – (Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, dan kasihinilah mereka sebagaimana mereka berdua mendidik kami sewaktu kecil, dan bagi semua orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan yang masih hidup dan yang sudah mati. Sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Mendengarkan dan Mengabulkan semua doa, Wahai Yang mengatur semua hajat.)

19. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal-khaasiriin. – (Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri kerana itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan dan rahmat-Mu niscaya kami akan menjadi orang yang sesat.)

20. Allaahummaftah lii abwaabal-khair, wabwaabal baraakah, wabwaabal-ni'mah, wabwaabal-rizki, wabwaabal-shihah, wabwaabas-salaamah, wabwaabal-jannah, birahmatika yaa arhamar-rahimiin. – (Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu kebaikan, pintu-pintu keberkatan, pintu-pintu nikmat, pintu-pintu rezeki, pintu-pintu kesehatan, pintu-pintu keselamatan dan pintu-pintu syurga, Dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.)

21. Allaahumma innaa nas'aluka salaamatan fid-diin, wa 'aafiyaatan fil-jasadi, wa ziyaadatan fil-'ilmi, wa baraakatan fir-rizqi, wa taubatan qablal-mauut, wa rahmatan 'indal mauut, wa magfiratam ba'dal mauut. Allaahumma hawwin 'alaina fil sakaraatil-mauut, wan-najaata minan-naar, wal 'afwa 'indal-hisaab. – (Ya Allah, kami mohon keselamatan agama, kesehatan jasmani, bertambahnya ilmu, dan berkah rezeki, dapat bertaubat sebelum mati, mendapatkan rahmat ketika mati, dan memperoleh ampunan setelah mati. Ya Allah mudahkanlah kami pada gelombang sakaratul maut, dan bebaskanlah kami dari azab neraka, serta memperoleh keampunan ketika dihisab.)

22. Allaahumma ahyinaa bil iimaani, wa amitna bil iimaani, wahsyurnaa bil iimaani, wa adkhilnal jannata ma'al iimaan. Allaahumma tsabbitnaa ma'al iimaan, wa akhrijna minad-dunyaa ma'al iimaan, wa khaddim lanaa minal jinni ma'al iimaan. – (Ya Allah, hidupkanlah kami dengan iman, matikanlah kami dengan iman, kumpulkanlah (setelah hidup dari mati) dengan iman,dan masukkanlah kami ke syurga dengan iman. Ya Allah teguhkanlah kami bersama iman, keluarkan kami dari dunia bersama iman, dan tundukkanlah penggoda kami dari jin bagi kami bersama iman.)

23. Allaahummakhtim lanaa bil-islaami, wakhtim lanaa bil-iimaan, wakhtim lanaa bihusnil-khaatimah. – (Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah.)

24. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal-wahhaab. – (Ya Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami kurnia. Engkaulah Yang Maha Pemurah.)

25. Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzuriyyaatinaa qurrata a'yuniw waj'alna lil-muttaqiina imaamaa. – (Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada isteri / suami / keluarga dan keturunan kami sebagai penyenang hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.)

26. Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-narr. – (Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka.)

27. Subhaana rabbika rabbil-'izzati 'ammaa yashifuun, wa salaamun 'alal-mursaliina wal-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin. – (Maha Suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para rasul dan segala puji bagi Allah seru sekalian alam.)

Monday, September 16, 2013

Dimanakah Islamnya Kita

"Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi daripadanya."
Islam tidak terbatas kepada Rukun Islam dan ibadah rutin sahaja sepertimana yang difahami oleh sebilangan manusia. Ia sebenarnya lebih luas. Di dalamnya terkandung ilmu akidah, konsep kehidupan di dunia dan akhirat, syariat, syiar, akhlak dan pelbagai lagi bidang ilmu yang berkaitan dengan kehidupan individu. Bagaimanakah menjadi Muslim yang sempurna di sisi Allah? Meyakini Islam sebagai akidah yang benar, mengamalkan syariat Islam yang betul dan menghiasi diri dengan akhlak yang baik. Sukarkah melakukannya? Benarkah sukar menjadi hamba Tuhan?

Islam ialah sebuah cara dan kaedah hidup yang boleh dan akan diterima oleh semua lapisan masyarakat , tanpa perbezaan bangsa , bahasa dan negara. Asas ajaran Islam sangat-sangat mudah ia itu “Lailaha Illallah , Muhammadar Rasullullah”, Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Itu pesuruh Allah. Islam ialah asal dan asas kehidupan setiap orang manusia. Untuk mengenali agama Islam , kita hanya perlu mengenal siapa diri kita dan untuk apakah kehidupan ini . Ramai manusia termasuk orang yang beragama Islam sendiri tidak dapat menerima Islam dengan sepenuh hati mereka kerana mereka tidak mengenal dengan Islam.
ISLAM adalah ugama yang telah diturunkan oleh ALLAH SWT kepada Nabi Muhammad SAW. yang merupakan seorang Nabi dan Rasul terakhir kepada seluruh alam dan tiada yang terkecuali darinya. Sejak ALLAH SWT menciptakan manusia pertama iaitu Nabi Adam AS. dan isterinya Hawa, manusia telah berkembang dari keduanya sehinggalah lahirnya manusia yang berbilang bangsa dan ugama yang mengamalkan pelbagai bahasa, budaya, pakaian dan adat resam. Seorang demi seorang Nabi dan Rasul telah diutuskan kepada kaumnya. Adalah diberitakan bahawa Nabi yang diketahui adalah seramai 124,000 orang dan rasul yang wajib diketahui adalah seramai 25 orang termasuklah Nabi Muhammad SAW. Sejak di Luth Mahfuz lagi ALLAH SWT telah meletakkan nama Nabi Muhammad SAW di sisiNya.

Rukun Islam ada lima (5) perkara :
(1) Mengucap dua kalimah syahadat
(2) Sembahyang lima waktu
(3) Berpuasa sebulan dalam bulan Ramadhan
(4) Menunaikan zakat
(5) Menunaikan haji ke Baitullah (Mekah)

Pengertian rukun -Rukun adalah sesuatu yang harus dikerjakan dalam memulai sesuatu pekerjaan seperti membaca al fatihah dalam solat.

Pengertian syarat - Syarat adalah sesuatu yang harus ditepati sebelum mengerjakan sesuatu seperti berwudhu sebelum solat.

Sah maknanya cukup syarat dan rukunnya. Manakala batal maknanya tidak cukup syarat dan rukunnya.

Islam menurut bahasa adalah senantiasa tunduk, patuh dan menyerah kepada Allah lahir maupun batin dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangannya.

a. Rukun Islam - Menurut bahasa rukun maknanya dasar, pokok, atau tiang. Rukun Islam dapat dimaknakan dengan pokok-pokok ajarran Islam.
Rukun Islam ada 5, iaitu :
Mengucapakan dua kalimat syahadat - iaitu mengucapkan syahadat tauhid (لا اله الا الله) dan syahadat Rasul(محمد رسول الله )
Mendirikan sholat yang 5 waktu iaitu :
a. Subuh 2 raka’at
b. zhuhur 4 raka’at
c. Ashar 4 raka’at
d. Maghrib 3 raka’at
e. Isya 4 raka’at
Jumlah seluruh raka’at dalam solat lima waktu adalah 17 raka’at.

Membayar zakat - Zakat ada dua macam iaitu zakat Fitrah (jiwa) dan zakat Maal (harta) orang yang wajib mengeluarkan zakat disebut Muzakki dan orang yang berhak menerima zakat disebut Mustahik. Mustahik zakat ada 8 golongan :
1) Fakir - Iaitu orang yang tidak punya harta dan tidak mampu memenuhi keperluan utama sehari-hari
2) Miskin - Iaitu orang yang dapat berusaha tetapi tidak mampu mencukupi keperluan asas sehari-hari
3) ‘Amil - Iaitu petugas yang mengumpulkan dan menyalurkan zakat
4)Mu’allaf - Iaitu orang yang baru masuk Islam atau orang yang masih lemah imannya
5) Budak atau hamba sahaya
6) Ghorim - Iaitu orang yang mempunyai hutang untuk kebaikan/keperluan utama tetapi tidak mampu membayarnya
7)Fi Sabilillah - Iaitu orang-orang yang berjuang demi tegaknya agama Allah, seperti para Da’e, ustadz, guru-guru agama dan lain-lain.
8) Ibnu Sabil - Iaitu orang yang bepergian jauh untuk hal-hal yang di bolehkan dan kehabisan belanja atau bekal.

Berpuasa di bulan Ramadhan - Puasa bulan Ramadhan di fardukan atau di wajibkan pada bulan sya'ban tahun kedua sesudah Nabi Muhammad. SAW. hijrah. Puasa ada tiga tingkatan di antaranya:
Puasa umum iaitu puasa yang sekedar menahan lapar dan haus serta nafsu birahi.
Puasa Khusus iaitu puasa yang menjaga pendengaran, penglihatan, ucapan, dan semua anggota tubuh dari perbuatan maksiat.
Puasa yang lebih khusus iaitu puasa yang memolahkan hatinya kepada urusan akhirat, dan mengharapkan redha ALLAH.SWT semata.

Pergi haji bila mampu. - Ibadah hajji bagi yang mampu di perjalanannya, sehingga semua nabi pernah melaksanakan Ibadah Haji kecuali Nabi Soleh dan Nabi Hud. bahkan nabi Adam pergi haji dari India jalan kaki selama empat puluh tahun lama perjalanannya. Dan nabi Isya ibadah haji sebelum di angkat ke langit.

Keunggulan Ibadah Haji - Hadis menerangkan "Barang siapa yang melaksanakan ibada Haji, dan setelah pulang dari ibadah Haji kelakuannya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maka akan di ampuni dosa - dosanya, dan jika berimpak satu dirham maka nilainya sama dengan satu juta Dirham." Setiap tahun Baitul Haram di kunjungi oleh jemaah haji tidak kurang dari tujuh puluh ribu orang, meskipun kurang maka ALLAH.SWT akan menyempurnakannya dengan Malaikat. Tempat ibadah Hajinya Malaikat di sebut Baitul Ma'mur yang ada di langit ke empat. Dan tempat ibadah Hajinya para Manusia di sebut baitul Haram yang ada di kota Makkah Al Mukarramah.

Setelah kita memahami rukun islam dan menjadi kewajipan kita untuk melaksanakan sepenuh jiwa tanpa protes bagi mengatakan bahawa kita adalah islam. Namun betulkah kita menjalankan kewajipan tersebut. Mari kita lihat melalui fenomena umat islam masakinidi keadaan seperti dibawah;
Sejumlah 80 peratus umat Islam di Malaysia masih tidak menunaikan solat lima waktu dalam sehari. Kita mungkin terkejut dengan data ini tetapi itulah hakikatnya. Dalam satu kajian yang telah dilakukan oleh tokoh motivasi terkenal di Malaysia, Dato’ Dr. Mohd Fadzilah Kamsah, bahawa sejumlah 80 peratus umat Islam di Malaysia masih tidak menyempurnakan solat lima waktu dalam sehari. Peratusan angka ini diperoleh melalui tinjauan beliau menerusi program-program ceramah dan motivasi, yang dijalankan di seluruh negara serta pemerhatian terhadap gaya hidup masa kini. Menurut Dato’ Dr. Mohd Fadzilah Kamsah antara golongan yang kerap meninggalkan ibadah solat ini ialah golongan para pelajar sekolah, golongan belia, pekerja kilang, anggota pasukan seragam dan juga para peniaga. Menurut kajian itu lagi hanya sekitar 17 hingga 20 peratus yang menunaikan solat fardu cukup lima waktu dalam sehari, sementara bagi pelajar -pelajar sekolah menengah, iaitu hanya 15 peratus sahaja mengakui bersolat lima kali sehari. dan fakta ini ternyata menyamai dapatan kajian yang menunjukkan bahawa sejumlah 86.2% responden mengakui kerap meninggalkan solat dan sejumlah kecil responden yang melaksanakan solat dengan secukupnya. Maka secara otomatik rukun islam yg pertama dan kedua sudah tidak dilaksanakan sepatutnya.

Sabda Nabi Muhammad SAW: "Berapa ramai dalam kalangan umatku yang berpuasa tetapi tidak mendapat apa-apa melainkan lapar dan dahaga." (HR Imam An-Nasaie dan Ibnu Majah) " Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, maka Allah tidak akan memandang puasanya." Oleh itu, marilah kita menjaga mulut, telinga dan mata. Jaga mulut daripada bercakap perkara yang sia-sia contohnya mengumpat. Jaga telinga daripada mendengar perkara-perkara yang lagho. Jaga mata daripada memandang sesuatu yang diharamkan Allah SWT contohnya menjaga mata daripada memandang aurat orang lain.... Puasa, tapi tak solat. Puasa, tapi tak tutup aurat. Sedangkan solat juga hukumnya WAJIB. Tutup aurat juga hukumnya WAJIB. Sama saja hukumnya dengan puasa. Tapi kenapa puasa saja yang dibuat..? KENAPA yang lain TAK BUAT ?? Puasa itu memang sah selagi tak buat perkara yang membatalkan puasa, tetapi adakah puasa itu DITERIMA ....? Maka puasa juga kita tak laksanakan betul hanya sekadar luaran.
Zakat ni merupakan perintah Allah yang wajib di tunaikan dan dilaksanakan oleh individu yang mampu dan memenuhi syarat. Zakat pendapatan tak sama dengan zakat fitrah. Zakat fitrah ni kita wajib bayar setahun sekali (ketika raya aidilfitri tu)…manakala lagi satu zakat yang kita perlu ambik tahu zakat harta, yang mana ia boleh di bayar bila-bila masa , janji dalam tahun (jika bayar tahunan) tersebut. Kira macam taksiran dari pendapatan kita utk tahun tersebut…. Zakat harta ni hanya di nsibahkan 2.5% daripada pendapatan bersih yang kita keluarkan. Ianya merupakan hak golongan asnaf yang layak menerima zakat. Itu hak mereka, kita tak boleh nafikan hak mereka jika mengaku beriman kepada Allah… Masalah sekarang ni, ramai yang tak sedar mereka perlu kuarkan zakat harta ni. Ada macam-macam jenis zakat harta ni antaranya :-
- Zakat pendapatan
- Zakat wang simpanan/ KWSP
- Zakat saham
- Zakat emas dan perak
- Zakat perniagaan
Firman Allah SWT: “Ambillah (sebahagian) dari harta mereka menjadi sedekat (zakat) supaya dengannya engkau membersihkan mereka (berdosa) dan menyucikan mereka (dari akhlak yang buruk) dan doakanlah untuk mereka, kerana sesungguhnya doamu itu (Muhammad) menjadi ketenteraman bagi mereka dan ingatlah Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Surah at-Taubah : ayat 103). Kita lebih rela bayar ‘income tax’ dari membayar zakat… fikirkan
Apakah kita mendapat haji mabrur?, Apakah kita sudah laksanakan semua rukun-rukun haji itu dengan sempurna? Alangkah ruginya kalau ibadat haji kita itu tidak diterima ….. kerana itulah perlu berhati-hati dalam menunaikannya …… persediaan dari sudut fizikal dan rohani amat-amat  diperlukan. Apakah Haji Mabrur? Para pakar fiqh mengatakan bahawa yang dimaksud haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori dengan kemaksiatan pada ketika melaksanakan rangkaian manasiknya (tata cara haji). Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Haji mabrur adalah jika sekembali dari haji menjadi orang yang zuhud dengan dunia dan merindukan akhirat.” Al Qurthubi rahimahullah  menyimpulkan, “Haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori oleh maksiat ketika melaksanakan manasik dan tidak lagi gemar bermaksiat setelah balik haji.” Manakala An Nawawi rahimahullah pula berkata, “Pendapat yang paling kuat dan yang paling terkenal, haji mabrur adalah haji yang tidak dinodai oleh dosa, diambil dari kata-kata birr yang bermakna ketaatan. Ada juga yang berpendapat bahawa haji mabrur adalah haji yang diterima. Di antara tanda diterimanya haji seseorang adalah adanya perubahan menuju yang lebih baik setelah pulang dari pergi haji dan tidak membiasakan diri melakukan berbagai maksiat. Ada pula yang mengatakan bahawa haji mabrur adalah haji yang tidak dicampuri unsur riya’. Ulama yang lain berpendapat bahawa haji mabrur adalah jika sekembali dari haji tidak lagi bermaksiat. Dua pendapat yang terakhir telah tercakup dalam pendapat-pendapat sebelumnya.” Setelah faham apa yang dimaksudkan dengan haji mabrur, maka sewajarnya orang yang berhasil mencapai ketetapan tersebut akan mendapatkan keutamaan sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi SAW, “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang layak baginya selain syurga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawirahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang layak baginya selain syurga’, bahawasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya; bahkan ia memang layak untuk masuk syurga.” Di antara bukti dari haji mabrur adalah gemar berbuat baik terhadap sesama insan.Dari Jabir, ia berkata bahawa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang haji yang mabrur. Jawapan beliau, “Suka bersedekah dengan cara memberi makan dan memiliki tutur kata yang baik”      (HR. Hakim no. 1778). Maka lihat diri kita sendiri pada yang telah mengerjakan haji, apakah kita benar-benar yang patuh pada perintah Nya

Melalui beberapa scenario diatas marilah kita betulkan dan perbaiki diri kita supaya menjadi Islam yang sebenar-benarnya Islam seprti yang telah di amanahkan Allah dan Rasul kepada kita.

Kita bersujud, berserah dan istiqamah kepada Allah SWT semuga kita dapat mencari yang benar, yang baik dan yang betul

Sunday, September 15, 2013

Andai Dia Jodoh Ditakdirkan

“Allah telah menulis jodoh setiap hambaNya semenjak dia berusia empat bulan di dalam rahim ibunya”
Soal jodoh dan pertemuan bukan suatu yang mudah untuk diungkapkan kerana kadang-kadang ia terjadi dengan sendiri tanpa kita sedari. Allah berfirman : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaaan Allah ialah menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(Surah Ar-Rum: 21)

Dalam kehidupan masyarakat, perkahwinan dan pernikahan sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk meneruskan kehidupan umat manusia di bumi ini. Perkahwinan merupakan fitrah bagi setiap makhluk Allah dan menjadi asas bagi melanjutkan bahtera kehidupan. Seringkali kita mendengar ungkapan: jodoh pertemuan, ajal maut di tangan Tuhan. Pendapat ini baik kerana ia dapat mendidik manusia dengan sifat Qana’ah (bersyukur dengan apa yang ada) tetapi, wujud pula manusia yang terlalu cepat menyerah kepada takdir, tanpa sebarang usaha

“Jodoh di tangan Tuhan dan manusia wajib berikhtiar mencari dan memilihnya sesuai dengan ketentuan yang ditentukan Tuhan.” Pendapat ini lebih sempurna. Memang itulah aturan mencari dalam memilih jodoh. Selain daripada pendapat di atas, masih ada cara lain yang digunakan di beberapa tempat seperti:
a. Jodoh dicari dan dipilih oleh orang tua tetapi perkahwinan berlangsung atas persetujuan anak.
b. Anak lelaki mencari dan memilih jodohnya sendiri tetapi keputusan berkahwin bergantung kepada orang tua.
c. Anak lelaki atau perempuan mencari dan memilih jodohnya sendiri tetapi keputusan perkahwinan bergantung kepada kedua belah pihak orang tua.
d. Anak lelaki atau perempuan mencari atau memilih jodohnya sendiri serta menentukan sendiri perkahwinannya.

Andai itu jodoh kita dan tidak lama lagi anda akan mengikat tali pertunangan atau mungkin membina satu mahligai bahagia untuk selamanya, 10 petanda berikut mungkin perlu ada pada diri anda dan dirinya. Dibawah dikongsikan 10 petanda yang menunjukkan dia adalah jodoh kita.

1. Bersahaja
Kekasih kita itu bersikap bersahaja dan tidak berlakun. Cuma perhatikan cara dia berpakaian, cara percakapan, cara ketawa serta cara makan dan minum. Adakah ia spontan dan tidak dikawal ataupun kelihatan pelik. Kalau ia nampak kurang selesa dengan gayanya, sah dia sedang berlakun drama bersiri. Kadang-kadang, kita dapat mengesan yang dia sedang berlakun. Tetapi, apabila dia tampil bersahaja dan tidak berbuat-buat, maka dia adalah calun hidup kita yang sesuai. Jika tidak, dia mungkin bukan jodoh kita.
2. Senang Bersama
Walaupun kita selalu bersamanya, tidak ada sedikit pun perasaan bosan, jemu ataupun tertekan pada diri kita. Semakin hari semakin sayang kepadanya. Kita sentiasa tenang, gembira dan dia menjadi pengubat kedukaan kita. Dia juga merasainya. Rasa senang sekali apabila bersama. Apabila berjauhan, terasa sedikit tekanan dan rasa ingin berjumpa dengannya. Tidak kira siang ataupun malam, ketiadaannya terasa sedikit kehilangan.

3. Terima Kita Seadaanya
Apapun kisah silam yang pernah kita lakukan, dia tidak ambil peduli. Mungkin dia tahu perpisahan dengan bekas kekasihnya sebelum ini kita yang mulakan. Dia juga tidak mengambil kisah siapa kita sebelum ini. Yang penting, siapa kita sekrang. Biarpun dia tahu yang kita pernah mempunyai kekasih sebelumnya, dia tidak ambil hati langsung. Yang dia tahu, kita adalah miliknya kini. Dia juga setia berkongsi kisah silamnya. Tidak perlu menyimpan rahsia apabila dia sudah bersedia menjadi pasangan hidup kita.

4. Sentiasa Jujur
Dia tidak kisah apa yang kita lakukan asalkan tidak menyalahi hukum hakam agama. Sikap jujur yang dipamerkan menarik hati kita. Kejujuran bukan perkara yang boleh dilakunkan. Kita dapat mengesyaki sesuatu apabila dia menipu kita. Selagi kejujuran bertakhta di hatinya, kebahagian menjadi milik kita. Apabila berjauhan, kejujuran menjadi faktor paling penting bagi suatu hubungan. Apabila dia tidak jujur, sukar baginya mengelak daripada berlaku curang kepada kita. Apabila dia jujur, semakin hangat lagi hubungan cinta kita. Kejujuran yang disulami dengan kesetian membuahkan percintaan yang sejati. Jadi, dialah sebaik-baik pilihan.

5.Saling Mempercayai
Setiap orang mempunyai rahsia tersendiri. Adakalanya rahsia ini perlu dikongsi supaya dapat mengurangkan beban yang ditanggung. Apabila kita mempunyai rahsia dan ingin memberitahu kekasih, adakah rahsia kita selamat di tanganya? Bagi mereka yang berjodoh, sifat saling percaya mempercayai antara satu sama lain timbul dari dalam hati nurani mereka. Mereka rasa selamat apabila memberitahu rahsia-rahsia kepada kekasihnya berbanding rakan-rakan yang lain. Satu lagi, kita tidak berahsia apa pun kepadanya dan kita pasti rahsia kita selamat. Bukti cinta sejati adalah melalui kepercayaan dan kejujuran. Bahagialah individu yang memperoleh kedua-duanya.

6. Senang Bekerjasama
Bagi kita yang inginkan hubungan cinta berjaya dan kekal dalam jangka masa yang panjang, kita dan dia perlu saling bekerjasam melalui hidup ini. Kita dan kekasih perlu memberi kerjasama melakukan suatu perkara sama ada perkara remah ataupun sukar.
Segala kerja dilakukan perlulah ikhlas bagi membantu pasangan dan meringankan tugas masing-masing. Perkara paling penting, kita dan dia dapat melalui semua ini dengan melakukannya bersama-sama. Kita dan dia juga dapat melakukan semuanya tanpa memerlukan orang lain dan kita senang melakukan bersama. Ini penting kerana ia mempengaruhi kehidupan kita pada masa hadapan. Jika tiada kerjsama, pasti sukar untuk kita hidup bersamanya. Ini kerana, kita yang memikul beban tanggungjawab seratus peratus. Bukankah ini menyusahkan?
7. Memahami diri kita
Bagi pasangan yang berjodoh, dia mestilah memahami diri pasangannya. Semasa kita sakit dia bawa ke klinik. Semasa kita berduka, dia menjadi penghibur lara. Apabila kita mengalami kesusahan, dia menjadi pembantu. Di kala kita sedang berleter, dia menjadi pendengar. Dia selalu bersama kita dalam sebarang situasi. Tidak kira kita sedang gembira ataupun berduka, dia sentiasa ada untuk kita. Dia juga bersedia mengalami pasang surut dalam percintaan. Kata orang, "lidah sendiri tergigit, inikah pula suami isteri". Pepatah ini juga sesuai bagi pasangan kekasih. Apabila dia sentiasa bersama kita melalui hidup ini di kala suka dan duka, dia saat senang dan susah, dialah calon yang sesuai menjadi pasangan hidup kita.

8. Tampilkan Kelemahan
Tiada siapa yang sempurna di dunia ini. Tipulah jika orang yang mengaku dia insan yang sempurna daripada segala sudut. Pasti di kalangan kita memiliki kelemahan dan keburukan tertentu. Bagi dia yang bersedia menjadi teman hidup kita, dia tidak terlalu menyimpan rahsia kelemahannya dan bersedia memberitahu kita. Sudah tentu bukan senang untuk memberitahu dan mengakui kelemahan di hadapan kekasihnya. Malah, dia tidak segan mempamerkan keburukannya kepada kita. Misalnya, apabila dia bangun tidur ataupun sakit dan tidak mandi dua hari, dia tidak menghalang kita daripada melawatnya. Apabila kita dan dia saling menerima kelemahan dan sifat buruk masing-masing, memang ditakdirkan kita hidup bersamanya.

9. Kata Hati
Dengarlah kata hati. Kadangkala, manusia dikurniakan Allah deria keenam yang dapat mengetahui dan memahami perasaan pasangannya. Dengan deria batin ini juga kita dapat saling tahu persaan masing-masing. Kita dan dia juga dapat membaca fikiran antara satu sama lain dan dapat menduga reaksi dan tindakbalas pada situasi tertentu. Apabila kita yakin dengan pilihan hidup kita. tanyalah sekali lagi. Adakah dia ditakdirkan untuk kita? Dengan kata hati dan buatlah pilihan. Serahlah segalanya pada ketentuan yang maha berkuasa.

10. Solat Istikharah dan Tawakkal
Jodoh dan pertemuan semuanya di tangan Allah SWT. Manusia hanya perancang di pentas dunia ini dan skripnya ditulis oleh yang maha esa. Adakalanya, dalam memainkan perasaan sebagai pelakun, diberi melalui mimpi atau gerak hati. Mimpi memang mainan tidur, tetapi apabila kita melakukan sembahyang Istikharah dan memohon supaya Allah memberikan petunjuk, insya-Allah dengan izinnya kita mendapat petunjukNya. Jadi dia pilihan kita, buatlah keputusan sebaiknya. Jika tidak, tolaklah dia dengan baik. Semuanya yang kita lakukan ini adalah bagi mendapat kebahagia hidup di dunia. Setelah semuanya diusahakan, berserahlah kepadaNya dan terus berdoa. Ingatlah, nikmat di dunia ini hanya sementara. Nikmat di akhirat adalah kekal selamanya.

Mengikut ajaran Islam, persetujuan antara kedua belah pihak merupakan perkara asas, iaitu atas persetujuan dari calon suami dan isteri. Ini disebabkan perkahwinan di dalam Islam bertujuan untuk keselamatan dan kesejahteraan pasangan tersebut. Kedua orang tua harus turut serta memikirkan atau memerhatikan jodoh bagi anaknya. Jadi, masalah memilih jooh dalam Islam boleh dilakukan oleh anak ataupun kedua orang tua. Namun begitu, kedua orang tua tidak boleh sesuka hati mencarikan calon untuk anaknya. Ianya mestilah berlandaskan ajaran Islam.


Walaupun perasaan cinta dan kasih sayang merupakan fitrah dari Allah, tetapi kita perlu sedar bahawa keabadian cinta itu tidak diperolehi sebagai satu anugerah tanpa diiringi dengan usaha yang bersungguh-sungguh. Sikap berhati-hati dalam menentukan pilihan untuk pasangan hidup merupakan ciri khas dari insan budiman. Sekiranya salah membuat pilihan, bererti sepanjang hayat menanggung penyesalan sikap memilih dan ingin dipilih adalah hak bagi setiap manusia.

Thursday, September 12, 2013

Menenangkan Fikiran yang Kacau

Kehidupan seharian yang sibuk dan permintaan demi permintaan yang menyesakkan dari tempat kerja dan rumah sudah pasti membuatkan kita hilang arah. Fikiran yang berserabut boleh mengurangkan fokus kepada perkara-perkara utama yang perlu diselesaikan. Akhirnya, kerja tak selesai dan fikiran makin berserabut. Untuk menjadi seorang yang produktif, kita perlu mempunyai pandangan dan perinsip yang jelas dalam membezakan perkara yang penting dengan perkara yang kurang penting. Kita harus mempunyai fikiran yang tenang untuk tujuan ini. Ambillah langkah-langkah dibawah ini untuk menenangkan fikiran kita.
1. Tarik Nafas.
Ingat lagi bagaimana kita bersenam di waktu pagi semasa bersekolah dulu? Ingat lagi bagaimana kita memulakan senaman dengan menarik nafas dengan kaedah yang betul? Gunakan teknik ini untuk mula mengosongkan fikiran kita.

2. Ambil Wudhuk.
Jika kita seorang yang beragama Islam, mengambil wudhuk boleh menenangkan fikiran. Kembali kepada fitrah manusia dapat memantapkan lagi rohani kita dan air yang bersih boleh mengembalikan kita kepada fitrah kejadian. Air yang segar dapat memberi tenaga dan fokus yang diperlukan dan wajah akan pasti kembali ceria.

3. Tulis.
Ada banyak perkara yang bermain di dalam fikiran kita. Kita perlu mengenalpasti apa sebenarnya yang kita fikirkan untuk membolehkan minda mengurus perkara-perkara ini. Cara yang paling mudah adalah dengan menulis satu-persatu apa yang kita sedang fikirkan. Jangan cuba untuk mengenalpasti kategori perkara-perkara ini dahulu, teruskan sahaja menulis.

4. Kenalpasti Yang Utama.
Setelah kita rasa puas dengan apa yang kita tulis, kita kini perlu kenalpasti yang mana yang paling utama. Tandakan dengan nombor atau gunakan “rating system” yang baik untuk membantu kita dalam proses ini. Lebih baik lagi jika kita klasifikasikan perkara-perkara ini berpandukan matlamat hidup kita dan apa yang paling penting dalam hidup kita, keluarga? kerjaya? cinta?

5. Buang Yang Tidak Penting.
Pangkah atau padamkan perkara-perkara yang remeh dan tidak relevan. Perkara-perkara remeh yang kita fikirkan boleh jadi perkara seperti “Apa yang kekasih lama aku sedang lakukan?” atau “Osama hidup lagi kah?”. Kita akan dapat lihat yang kebanyakan perkara yang bermain di fikiran kita sebelum ini adalah perkara-perkara yang tidak relevan dan hanya membuatkan kita kurang produktif dalam menyelesaikan urusan harian dan masalah-masalah lain yang lebih penting. Perkara-perkara inilah sebenarnya yang menghalang kita untuk berfikir secara bijak.

6. Cukup Rehat & Tidur.
Dengan memejamkan mata, atau memandang jauh ke arah kehijauan alam akan dapat memberi kita perasaan yang tenang. Tidur yang tidak cukup bermakna minda kita tidak mendapat rehat yang secukupnya. Sebab itu minda kita liar berfikir. Pejamkan mata untuk seketika di waktu rehat kita, atau keluar ambil angin dalam keadaan yang selesa dan positif.
Description: http://admax.effectivemeasure.net/emnb_1_.gif
7. Kurangkan menonton TV atau membaca akhbar di waktu pagi.
Akhbar harian kita saban hari penuh dengan berita-berita yang menyayat hati. Jenayah, kemalangan, bencana dan lain-lain boleh memberi tenaga yang negatif kepada kita. Jika kita mengamalkan tabiat membaca berita-berita ini di waktu kita bersarapan, kita akan bermula hari kita dengan pandangan yang negatif. Bangun pagi sahaja fikiran kita sudah berserabut. Elakkan atau tukar masa kita untuk membaca akhbar. Menonton TV dengan berlebihan akan membuatkan fikiran kita menerawang jauh tentang perkara-perkara yang cuba disampaikan dalam rancangan yang kita tonton. Fokus kita kepada perkara yang lebih penting akan terjejas kerana kita mengizinkan info-info dan idea-idea baru ini masuk ke dalam minda kita. Kurangkan menonton TV.
8. Kembali Kepada Alam.
Dalam kehidupan kota yang sibuk dan sesak, kita semua bergerak dengan pantas. Teknologi masa kini menjadikan kehidupan harian semakin laju. Mengembalikan diri kepada alam semulajadi akan dapat melambatkan waktu dan membolehkan kita hidup dalam waktu kini; Bukan hidup dalam waktu dahulu atau waktu hadapan, di mana kita terkejar-kejar dengan impian demi impian dan dilambatkan pula dengan kisah-kisah sedih dan sesalan demi sesalan tentang apa yang sudah pun berlaku. Bawa keluarga kita mandi air terjun atau pergi memancing dengan rakan, dan waktu akan menjadi perlahan bagi kita. Bila waktu bergerak perlahan, kita akan dapat memberi fokus.

9. Lepaskan.
Kita risau tentang sesuatu? Kita rasa tidak puas tentang apa yang telah kita lakukan? Rasa marah? Berdendam? Tertekan? Cara yang paling mudah untuk mengosongkan fikiran yang berserabut adalah dengan mengalah dan melepaskan. Kita perlu menjadi seorang yang berjiwa mantap dan tegas dalam mengawal perasaan untuk membolehkan diri maju ke hadapan. Walaupun perasaan-perasaan ini adalah semulajadi, tetapi kebanyakannya adalah tidak menguntungkan. Fikirkanlah.

10. Kemas Ruang Kita.
Tempat kerja atau kediaman kita perlu sentiasa berada dalam keadaan yang kemas. Mata kita sentiasa melihat, dan melihat keadaan yang tidak kemas sedikit-sebanyak akan mempengaruhi minda kita. Kita cuma tidak sedar akan hakikat ini. Ambillah tindakan dan inisiatif untuk mengemas dan kita pasti akan mendapat tenaga yang baru.

11. Berkongsi Masalah.
Jangan simpan permasalahan kita. Jika kita mempunyai kekasih atau seseorang yang penting dalam hidup kita, berkongsilah masalah kita dengan mereka. Mendengar masalah orang lain juga dapat membantu kita dalam menyelesaikan masalah kita sendiri. Kadang-kadang kita tidak sedar tentang sesuatu yang lebih baik sebagai jalan penyelesaian. Dengarlah dan berbicaralah dengan hati dan minda yang terbuka.
12. Sedikit Lagi.
Ingat lagi perkara-perkara yang kita tuliskan dalam langkah ketiga hingga langkah kelima? Buang separuh dari perkara-perkara ini.

13. Buat.
Fikir dan buat. Jangan fikir dan terus berfikir. Buat perkara yang paling penting dan tidak mengambil masa yang lama terlebih dahulu. Jangan bertangguh!

14. Berzikir
Ketahuilah bahawa dalam Al-Quran banyak ayat yang menganjurkan supaya sentiasa berzikir kepada Allah seperti tertera dalam surah Al-Baqarah ayat 152 yang membawa maksud "Maka berzikirlah kamu akan Aku supaya Aku menyebut akan kamu dan syukurilah olehmu akan Aku dan jangan kamu ingkari akan (nikmat Ku)" Dalam surah Al- Anfaaal ayat 45 turut membawa maksud: "Ucapkanlah olehmu akan Allah dengan sebutan yang banyak supaya kamu beroleh kemenangan" Juga dinyatakan dalam surah Ar-Ra'du ayat 28 yang membawa maksud: "Orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan zikrullah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah, hati menjadi tenteram" Manakala Rasulullah pula bersabda: "Tidak duduk satu jamaah mengucapkan zikrullah, melainkan (di tempat itu) sudah dikelilingi malaikat yang dipenuhi rahmat dan diturunkan kepada mereka sakinah atau ketenangan hati". Perlu diketahui pula jika sesaorang yang tidak pernah berfikir dan mengingati Allah, maka Allah akan menurunkan syaitan sebagai teman dalam hidupnya. Allah berfirman dalam Al-Quran surah Azzukhruf ayat 36 bermaksud: "Barang siapa yang berpaling akan zikir kepada Allah, maka kami turunkan kepadanya syaitan yang terus menerus menjadi kawan seiring baginya". Dengan demikian bertapa hikmah daripada zikir itu, disamping mendapat pahala daripada Allah. Bagi yang membaca hatinya akan menjadi tenteram dan penuh sakinah dalam kehidupannya.
Kelebihan Berzikir
Antara kelebihan berzikir yang dinyatakan di dalam hadis-hadis yang sahih adalah:
Pertama – majlis zikir merupakan taman syurga di dunia. Daripada Anas bin Malik RA, beliau meriwayatkan: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Jika kamu melalui taman-taman syurga, maka singgahlah dengan senang. Para sahabat bertanya: Apakah taman-taman syurga itu? Baginda menjawab: halaah-halaqah (kelompok) zikir.” – Hadis hasan riwayat al-Tirmizi.
Kedua- Zikir merupakan benteng daripada gangguan syaitan.
Ketiga – Zikir penghapus dosa dan menyelamatkan daripada azab Allah.
Keempat – Zikir diumpamakan sebagai orang yang hidup.
Kelima – Zikir beroleh pahala.
Keenam- Zikir adalah tanaman syurga.
Ketujuh – Zikir adalah amalan yang paling baik dan paling tinggi darjatnya.

DM

Saturday, September 7, 2013

Selagi Ayah dan Ibu masih ada....

Nasihat untuk anak-anak - selagi abah masih ada 

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau belajar jauh dari kedua orang tuanya….. akan sering merasa amat rindu dengan ibunya. Jarang sangat dengar yang rindu pada ayah. Kalau telefon, biasanya bercakap dengan ibu. Lalu bagaimana dengan Ayah? Mungkin juga bertanya khabar anak setiap hari, tapi pernahkah kita terfikir ayah yang minta ibu menelefon bertanya khabar?

Mungkin dulu sewaktu ita kecil, Ibu-lah yang lebih selalu mengajak kita bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kita, bahawa bila ayah pulang bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu bertanyakan pada Ibu tentang khabar dan apa yang kita lakukan seharian? Pada saat diri kita masih seorang anak kecil…… ayah biasanya mengajari putera/puteri kecilnya naik basikal. Dan setelah ayah mengganggap kita sudah pandai, ayah akan membuka roda tiga di basikal kita…

Kemudian ibu menegah: “Jangan dulu ayah, jangan dibuka dulu roda tiganya"Ibu takut kita terjatuh dan tercedera…. Tapi sedarkah kita? Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkan, menatap, dan menjaga kita mengayuh basikal dengan penuh perhatian kerana dia tahu kita boleh melakukan... Pada saat kita menangis merengek meminta mainan yang baru, ibu menatap hiba.. Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kita, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kita menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? dan ini akan merosakkan sikap kita.... Saat kita batuk dan selsema,ayah juga turut merasa khuatir,sampai kadang sedikit membentak dengan berkata, “Kan ayah sudah cakap, jangan minum air batu?" Berbeda dengan ibu yang memperhatikan dan menasihati kita dengan lembut. Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar risau memikirkan kita. Ketika kita sudah menginjak remaja…. Kita mulai menuntut pada ayah untuk dapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.Tahukah kita, bahawa ayah melakukan itu untuk menjaga kita?Kerana bagi ayah, kita adalah sesuatu yang sangat sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kita marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil menghempas pintu… Dan yang datang mengetuk pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ibu…. Tahukah kita, bahawa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahawa ayah sangat ingin mengikuti keinginan kita, tapi dia lebih harus menjaga kita? Ketika saat seorang mulai kerap menelefon kita, atau bahkan datang ke rumah untuk menemui kita, Ayah akan cuba sebaik mungkin memaniskan wajahnya.... Ayah sesekali memasang telinga atau mengintip saat kita sedang berbual berdua di ruang tamu..

Sedarkah kita, kalau hati ayah merasa cemburu bercampur risau? Saat kita mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untuk kita, kita akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggu kita pulang dengan hati yang sangat gundah gulana.... Ketika melihat kita pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan ayah memarahi.. .Sedarkah kita, kerana perkara seperti ini yang sangat ditakuti oleh semua ayah...? “Bahwa kita akan suatu masa pergi meninggalkan ayah” 

Setelah lulus pengajian menengah, ayah akan sedikit memaksa kita untuk melanjut pengajian di Universiti. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata – mata hanya kerana memikirkan masa depan kita nanti… Pun begitu ayah tetap tersenyum dan memandang kita saat pilihan kita tidak sesuai dengan keinginan ayah.. Tahukah kita bahwa badan ayah terasa kaku untuk memeluk kita? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini dan itu, dan menyuruh kita untuk berhati-hati. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memeluk kita erat-erat. Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk bahu kita seraya berkata “Jaga diri baik-baik anak ayah”. Ayah melakukan itu semua agar kita kuat…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Di saat kita memerlukan wang untuk membiayai pengajian di universiti , orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya sama merasa dengan kawan-kawannya yang lain. Bila saatnya kita lulus pengajian tinggi kita Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untuk kita. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “Anak kecil dulunya tidak manja dan telah menjadi dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai juga saat seorang teman datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk menjadi teman hidup darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Kerana ayah tahu…… Bahwa teman kita itulah yang akan menggantikan dirinya nanti... Ayah, Bapak, atau Abah kita… Adalah insan yang harus selalu kelihatan kuat… Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis… Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakan kita

Nasihat Untuk Anak-anak...Selagi ibumu masih ada

Ketika kita berumur 14 tahun,Ibu ingin tengok rancangan agama sedangkan kita ingin tengok cerita korea. Sebagai balasannya, kita lempar remote hingga pecah berkecai. Ketika kita berumur 15 tahun, Ibu pulang kerja masih ingin memeluk dan mencium kita. Sebagai balasannya, kita jawab, “apalah mak nii.. saya dah besar, rimas laa” lalu lari kunci pintu bilik.. Saat kita berumur 16 tahun, Ibu membenarkan kita menggunakan komputer ribanya. Sebagai balasannya, kita menggunakan Komputer ribanya hingga tidak ada kesempatan ia nak menggunakannya.
Saat kita berumur 17 tahun, Ibu sedang menunggu panggilan telefon yang sangat penting. Sebagai balasannya, kita menggunakan telefon semalaman. Saat kita berumur 19 tahun, Ibu Mengalirkan air mata menangis di atas kejayaan kit dalam peperiksaan STPM. Sebagai balasannya, kita meraikannya hanya dengan teman-teman kita sedangkan dengan ibu buat endah tak endah saja. Saat kita berumur 20 tahun, Ibu masih ingin berjalan bersama-sama... Sebagai balasannya kita meninggalkan ibu jauh di belakang, malu kalau kawan-kawan tengok.

Saat kita berumur 21 tahun, Ibu memeluk kita dengan penuh kesyukuran saat kita lulus pengajian tinggi kita. Sebagai balasannya, kita tanya ibu bila hendak membelikan hadiah untuk kita. Saat kita berumur 40 tahun, dia menghubungi kita untuk memberitahu ada kenduri doa selamat dan tahlil di rumah. Sebagai balasannya, kita jawab, “Ibu, saya terlalu sibuk, tidak ada masa terluang untuk balik!” Saat kita berumur 55 tahun, Ibu sakit tak kebah sehingga memerlukan perhatian kita. Sebagai balasannya, kita hantar dan upah bibik untuk menguruskannya.


Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang.... Dan tiba-tiba di satu ketika kita teringat semua yang tidak pernah kita lakukan untuk gembirakan hati ibu .... sayangnya dia telah tiada lagi... Apalagi yang kita mahu atau kita perlukan lagi setelah ketiadaan ayah dan ibu, beruntung mempunyai mereka berdua didunia walau kita susah kerana kasih sayangnya tiada penghujungnya. Jadi hargai sebelum terlewat untuk mengucup dahi mahu pun pipi tua ini. Kasih ibu membawa kesyurga, kasih ayah berkorban nyawa.

Wednesday, September 4, 2013

Kita banyak pilihan dalam menyempurnakan hidup kita seharian

Manusia telah dipilih untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi. Sudah tentu dalam menetapkan ketentuan ini Allah telah menyediakan manusia dengan 'kelengkapan' yang cukup berupa kemampuan mental dan fizikal untuk menyempurnakan tugas yang amat berat ini. Dalam sebuah hadith, Rasulullah SAW telah bersabda yang membawa erti manusia itu adalah ibarat lombong emas dan perak, jika baik mereka di zaman jalihiyyah, baiklah mereka pada zaman Islam. Antara tafsiran daripada hadith ini ialah manusia kaya dengan potensi yang tersorok untuk melahirkan kebaikan, sesuai dengan tanggungjawab yang dipikul untuk memakmurkan muka bumi ini.
Mudahnya, hidup kita ini bererti pilihan. Mahu atau tidak, kita perlu memilih. Seawal pagi, kita perlu memilih untuk terus melayan mimpi atau segera bangun mengerjakan solat Subuh. Bersarapan pula kita perlu memilih menu yang menyelerakan. Ketika bekerja pula, kita perlu pilih untuk melakukan dengan semangat dan ceria ataupun sekadar bekerja biasa-biasa sahaja. Lewat malam menjelma, kita perlu pilih untuk merehatkan badan atau terus benarkan badan bekerja. Hidup satu pilihan

Sebenarnya, kita semua sentiasa berdepan dengan pilihan dan kita memang kita perlu sentiasa memilih. Ada ketikanya senang dan mudah, namun ada masanya agak sukar malah meletakkan kita dalam situasi 'ditelan mati emak, diluah mati bapa'. Membuat pilihan melakukan rutin seharian mungkin tidak sesukar membuat pilihan dan keputusan perkara besar seperti perkahwinan, pekerjaan atau perceraian. Lantas, bagaimana untuk memastikan pilihan yang bakal dibuat adalah keputusan yang bijak, tepat dan mampu memberikan kebahagiaan hidup kepada anda pada kemudian hari?

Apabila membuat keputusan, pastikan kita berada dalam keadaan yang tenang dan berfikiran waras. Pinggirkan emosi serta rasa hati sebaliknya bersikap tabah, tenang dan yakin dengan kemampuan diri untuk menangani permasalahan yang dihadapi. Firman Allah SWT dalam ayat 286 surah al-Baqarah bermaksud: "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." Jika Allah yakin dengan kemampuan kita menangani ujian dan dugaan yang diberikan-Nya, kenapa kita tidak percayakan kemampuan diri kita sendiri? Mungkin ada yang mengeluh: "Aku ini tidak putus-putus dengan ujian. Penat sungguh!" Tolonglah, jangan mengeluh! Keluhan tanda gagal reda dengan takdir-Nya. Ujian bukan tanda derita, sebaliknya tanda kasih sayang-Nya kepada kita.
Ujian juga sebagai cara untuk tambah mematangkan kita dalam mendepani hidup seharian. Sesungguhnya, hanya permata boleh memotong permata. Pilihan kita adalah untuk bersinar bak permata atau hanya kilauan kaca. Kekurangan yang kita miliki kadang-kala membuatkan kita tidak yakin dengan kebolehan diri sendiri dan terasa kita seolah-olah disisihkan oleh masyarakat. Tanpa mencuba kita terus membuat spekulasi atau persepsi bahawa kita seorang yang lemah. Pernahkah kita merasakan diri kitaa seorang yang lemah? Semestinya. Kita akan mengalami perasaan ini jika kita seorang manusia yang normal.

Sedih bukan sebab untuk menjadi lemah. Kitaa juga pernah merasakan yang demikian disaat kecewa dan sedih. Tetapi itu bukan alasan untuk kita menjadi lemah, sebaliknya itulah punca kita menjadi lebih kuat untuk menghadapi dugaan-dugaan mendatang. Allah menciptakan kita dengan kekuatan dan kelemahan kita masing-masing. Disaat Allah memberikan kita kelemahan, disitulah Allah sisipkan kekuatan. Kita cuma perlu berusaha untuk mencari kekuatan itu. Pasti ia ada dalam setiap seorang yang bergelar manusia.

Tatkala kita merasa sedih, jangan takut. Merasa sedih itu biasa. Jika ada manusia yang tidak pernah merasa sedih, maka dia bukan manusia. Sedangkan Rasulullah SAW juga pernah merasa sedih yang amat ketika kehilangan datuk dan isteri kesayangannya. Baginda juga pernah berasa tidak mampu menanggung beban sehingga pergi memencilkan diri buat sementara waktu semata-mata untuk mengembalikan keyakinan hidup baginda. Inikan kita cuma insan biasa, yang tidak pun maksum, malah sering kali bergelumang dengan dosa, merasa sedih itu patut ada dalam diri kita.
Betul. Sedih dan merasa lemah adalah dua perkara yang berbeza tetapi mereka amat berkait antara satu sama lain. Kerana kita merasa kecewa, kita akan bersedih. Bersedih terlalu lama dan enggan bangun dari kekecewaan yang kita alami, maka kita akan menjadi lemah. Lemah di sini merujuk kepada perasaan yang tidak yakin terhadap kemampuan diri sendiri. Kita sering kali merasa rendah diri dan merasa diri kita kurang daripada orang lain. Kita merasakan kita tidak mampu menjadi manusia yang dapat menandingi manusia yang lain. Tidak. Manusia lain juga tidak hebat. Mereka tidak lahir dan terus menjadi hebat. Mereka berusaha untuk menjadi hebat. Jadi kenapa kita harus berfikir kita lemah dari manusia lain? Mereka juga manusia seperti kita, mempunyai kebolehan berfikir dan berdikari yang sama untuk memajukan taraf hidup masing-masing.

Pasti banyak perkara yang terjadi dalam hidup ini membuat kita bersedih dan kecewa. Satu perkara yang kita tahu sejak azali lagi, bersedih bukan bermakna kita lemah. Titisnya setiap airmata bukan bermaksud kita lemah. Allah jadikan setiap airmata itu dengan seribu satu kekuatan dan hikmah yang besar. Jadi jangan sesekali kita menangis untuk benda yang sia-sia. Kita hidup bukan untuk mengejar kesempurnaan hidup. Kita hidup untuk menyempurnakan aspek kehidupan kita di akhirat kelak. Duit yang banyak dan syarikat yang berjaya bukan matlamat kita. Kenapa kita harus bersedih atas kehilangan benda-benda sebegitu?

Seringkali terdengar ungkapan ini sama ada di kaca televisyen atau dunia realiti “Saya hanya manusia biasa yang lemah, tidak mampu berbuat apa-apa selain pasrah dengan setiap ketentuan Allah.” Salah! Sangat salah untuk kita berpegang pada kata-kata ini. Pasrah itu berbeza dengan redha. Selagi kita berusaha, kita tidak lemah. Selagi kita berharap pada Allah dan berdoa kepada-Nya, kita tidak lemah. Allah memberikan kita kekuatan untuk bertahan di muka bumi ini, kenapa kita harus mengiktiraf diri kita lemah? Orang yang kuat mentalnya tidak akan sesekali mengiktiraf dirinya lemah dan mengaku kalah pada masalah yang dihadapinya.

Ingatkah anda pada kalamullah yang disebut dalam kitab-Nya yang agung yang bermaksud: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. (Al-Baqarah: 286). Allah menghadiahkan musibah ke atas hamba-Nya sebagai tanda sayang, kerana Dia tahu hamba-Nya mampu untuk menyelesaikan setiap musibah yang diberikan. Setiap masalah yang ada di muka bumi ini ada jalan penyelesaiannya, jika kita manusia berusaha mencari solusinya. Jika kita enggan menerima musibah daripada Allah, siapakah kita ini? Sedangkan nabi-nabi Allah, termasuk kekasih Allah Nabi Muhammad S.A.W juga menerima musibah yang hebat semasa hayat mereka. Dan mereka menerimanya dengan hati yang terbuka dan menganggapnya sebagai satu nikmat kehidupan.

Mungkin ada yang berfikir mereka itu nabi, kita ini cuma manusia biasa, mereka tidak sama dengan kita. Pemikiran itu salah sama sekali. Para nabi bukan malaikat. Para nabi juga manusia. Sama diciptakan dari tanah seperti kita yang hidup pada tahun 2013 ini dan tahun-tahun sebelumnya. Yang membezakan kita dengan para nabi ialah mukjizat. Mereka manusia terpilih di sisi Allah. Kita seharusnya bersyukur kerana dilahirkan sebagai seorang Muslim dan merupakan pengikut kepada kekasih Allah yang mulia. Kita mempunyai seorang idol yang cukup tabah ketika hayat baginda SAW. Adalah sangat tidak wajar untuk merasa lemah terhadap diri sendiri jika mempunyai seorang pemimpin yang berwibawa seperti baginda. Kita umatnya dan kita harus mengikut setiap apa yang diajarkan kepada kita.

Merasa lemah bukanlah sesuatu yang ditegah. Dengan merasa lemah, kita tahu di mana taraf kita sebagai manusia di muka bumi ini. Namun, ada sesetengah perkara yang perlu kita titikberatkan untuk sentiasa maju dan tabah dalam kehiduan seharian kita. Ada manusia yang menanggap dirinya sudah tabah dan enggan menitiskan airmata lagi akibat kecewa dengan peristiwa lampau. Satu contoh yang mana kita harus membuka mata, dengan kelemahan kitalah kita boleh menjadi kuat. Kita merupakan hamba Allah yang paling bertuah di muka bumi ini selagi mana kita ditimpa masalah. Berhenti merasakan diri kita lemah, cuma kita perlu tahu yang kita ada kelemahan dan kelemahan itu adalah sesuatu yang kita boleh atasi dengan usaha dan tawakkal.

Paling utama, jangan membuat pilihan serta keputusan hanya menggunakan akal dan fikiran kita sendiri. Sebaiknya berbincang dengan orang terdekat seperti ahli keluarga atau rakan baik kerana ketika tertekan kita selalunya berfikran kurang rasional. Kemudian pada akhirnya jangan lupa untuk mendapatkan keredaan Ilahi. Bergantung dan berharaplah kepada-Nya. Berdoa mohon yang terbaik daripada-Nya. Hanya Dia yang tahu perkara terbaik untuk kita.
Lakukan istikharah? Boleh, lakukanlah tapi ada syaratnya. Lakukan istikharah dengan penuh khusyuk dan berserah kepada-Nya, bukan dalam keadaan kita telah punya pilihan atau keputusan. Jika kita telah punya keputusan atau ada satu pilihan yang lebih diberikan keutamaan, percayalah istikharah kita sukar mencapai keputusan yang tepat. Kita perlu ingat, keputusan yang diterima ketika istikharah adalah keputusan yang terbaik untuk kita ketika itu. Ia mungkin lebih baik pada kemudian hari tanpa kita ketahui kerana sesungguhnya perancangan Allah adalah sebaik-baik perancangan.