Apapun yang terjadi, Berjalanlah tanpa henti, Air mata tertahan, Waktu untuk dijatuhkan, Nanti kita kan tahu, Betapa bijaknya hidup, Sepahit apapun ini, Pelajaran yang bererti
DOA
‘Ya Allah, rahmatilah pembaca blog ini, sihatkan ia, ampunilah dosa-dosanya, berkatilah amalannya, janganlah Engkau balikkan hatinya setelah Engkau beri petunjuk dan hidayah kepadanya dan Ya Allah masukkanlah ia dan keluarganya kedalam syurga FirdausMu serta jauhkanlah ia dan keluarganya dari azab nerakaMu. Sesungguhnya Ya Allah, hanya kepada Engkau kami sembah dan hanya kepada Engkau sahajalah kami meminta pertolongan. Ya Allah jika rezeki pembaca blog ini masih diatas langit, turunkanlah ia, jika rezekinya di dalam bumi, keluarkanlah ia, jika rezekinya jauh, dekatkanlah ia, jika rezekinya haram, sucikanlah ia dan jika rezekinya sukar, Engkau permudahkanlah ia” Ya Allah kurniakanlah kepada kami segala kebaikan sebagaimana yang Engkau kurniakan kepada hamba-hamba Mu yang soleh.'
Wednesday, October 12, 2011
Saat Ajal Menjemput Rasulullah SAW dan Betapa Baginda mencintai umatnya
Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah. Fatimah menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.
Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.
Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.
“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya.Seperti Allah dan Rasul mencintai kita semua.
sekilas : betapa kasihnya Rasulullah kepada kita.
Monday, October 10, 2011
Keajaiban Solat Tahajud dan tatacara mengerjakannya
Sungguh luar biasa jika kita mengetahui keajaiban dari Solat Tahajud. Iaitu dengan melakukan Solat yang dilakukan pada sebahagian malam hari ini, apa yang kita hajatkan InsyaAllah akan terkabul. Dan pada kesempatan ini juga akan saya sampaikan pengertian beserta tata caranya melakukan Solat tersebut.
Dalam sebuah hadist menerangkan “Dari Abu Hurairah ra. diterangkan bahwa ada seorang sahabat bertanya : Solat apakah yang lebih utama selain dari Solat fardhu yang lima?. Kemudian Rasulullah SAW menjawab : “Wa minallahi fatahajjad bihiinaa filatan laka ‘asaa ayyab ‘atsaka rabbuka maqaaman mahmuuda.” (Ertinya = Firman Allah: Dan pada sebahagian malam hari, bersolat tahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan, mudah-mudahan Allah mengangkat kamu ketempat yang terpuji. (QS. Al Isra :79)
Pengertian dari solat tahajud adalah solat yang dikerjakan pada malam hari ketika terbangun dari tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar. Jika solat tersebut dikerjakan sebelum tidur, maka solat tersebut tidak dianggap sebagai solat tahajud, melainkan hanya solat sunah biasa.
Solat tahajud dikerjakan minima dua rakaat dan maksima tidak terbatas bilangan rakaatnya. Adapun waktu untuk mengerjakan solat tahajud iaitu sesudah Solat Isya’ sampai sebelum subuh.
Rentang waktu malam tersebut dapat dibagi menjadi tiga bahagian, iaitu :
1. Sepertiga malam pertama : kira-kira pukul 19.00 – 22.00
2. Sepertiga malam kedua : kira-kira pukul 22.00 – 01.00
3. Sepertiga malam ketiga : kira-kira pukul 01.00 – 04.00
Sedangkan Lafadz niat dari Solat tahajud adalah :
Ussallii sunnatan tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Sesudah selesai solat, hendaknya membaca doa sebagai berikut :
Allaahumma lakal hamdu anta qayiyimus samaawaati wal ardli waman fii hinna wa lakal hamdu laka mulkus samaa waati wal ardli, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardli, wa lakal hamdu antal haqqu wawa’dukal haqquwa liqaa’uka haqqun wannabiyyuuna haqqun, wamuhammadun shalallaahu ‘alaihi wassalama haqqun wassaa’atu haqqun. Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu, wa ‘alaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wamaa akhkhartu wamaa asrartu, wamaa a’lantu antal muqaddimu, wa antal mu’akhkhiru laa illaaha illaa anta walaa ilaaha ghairuka walaa haula wa laa quwwata illaa billaahi.
(Ertinya : Ya Allah, bagiMu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi serta segala isinya. BagiMu jua segala puji, Engkau raja penguasa langit dan bumi serta segala isinya, dan bagiMulah segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi. Dan bagiMulah segala puji, Engkau benar, janjiMu benar, pertemuan denganMu benar, firmanMu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar dan hari kiamat itu benar. Wahai Allah kepadaMu juga aku berserah diri, denganMu aku beriman, kepadaMu aku bertawakal, kepadaMu aku kembali, kepadaMu aku rindu dan kepadaMu pula aku berhukum. Oleh kerana itu ampunilah dosa-dosaku, baik dosa yang terdahulu maupun dosa yang akhir, yang tersembunyi dan yang tampak. Engkau Dzat yang terdahulu dan Dzat yang terakhir, tidak ada Tuhan kecuali hanya Engkau atau tidak ada Tuhan selain Engkau, serta tiada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan izin Allah.
Kemudian setelah membaca doa di atas, diteruskan dengan memperbanyak membaca istighfar di bawah ini :
Allaahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
(Ertinya: Ya Allah. Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau, Dzat yang menjadikan kami dan kami adalah hambaMu, dan kami pun dalam ketentuanMu serta janjiMu semampu apa yang telah kami lakukan, kami berlindung kepadaMu dari kejahatan apa saja yang kami perbuat, kami mengakui kenikmatan yang telah Engkau berikan kepada kami dan kami juga mengakui dosa kami, karena itu berilah ampunan kepada kami, sebab sesungguhnya tidak ada yang boleh memberi keampunan kecuali hanya Engkau.
Berdasarkan hadist Rasulullah Muhammad SAW, solat tahajud memiliki 9 keutamaan, yang terbagi menjadi 5 keutamaan di dunia dan 4 keutamaan di akhirat kelak.Hadis yang menjelaskan keutamaan solat tahajud adalah: “Barang siapa mengerjakan solat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun 5 keutamaan sholat tahajud di dunia adalah:
• Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
• Tanda ketaatannya akan nampak kelihatan dimukanya.
• Akan dicintai para hamba Allah yang soleh dan dicintai oleh semua manusia.
• Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
• Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
4 keutamaan di akhirat kelak. adalah:
• Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
• Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
• Ketika menyebrangi jembatan Sirhatal Mustaqim, boleh melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
• Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
Demikianlah keajaiban dari solat tahajud, pengertian berserta tata caranya. Mudah-mudahan bermanfaat. Semoga kita semua selalu mendapat redha Allah SWT. Amin
Sunday, October 2, 2011
Janganlah Berputus Asa
Akhir kata marilah bersama- sama kita menghayati sebuah Hadith Rasulullah SAW,Sabda Nabi s.a.w kepada Ibnu `Abbas ketika itu dia masih kecil: Maksudnya: Wahai anak kecil! Sesungguhnya aku ingin mengajarmu beberapa kalimat, iaitu, jagalah Allah (jagalah perintahNya) nescaya Allah menjagamu. Jagalah Allah (jaga perintahNya) nescaya engkau dapati Dia berada di hadapanmu (menunaikan keperluanmu). Apabila engkau memohon pohonlah daripada Allah. Apabila engkau meminta pertolongan minta tolonglah daripada Allah. - Ehsan: Ibnu Abdullah
Wednesday, September 28, 2011
MENCARI YANG TERBAIK
2. Buanglah dendam
Kebanyakan orang memang susah untuk membuang rasa dendam dalam diri. Dendam dan amarah yang disimpan didalam diri hanya akan menyedut tenaga dari diri kita dan hanya mendatangkan kelelahan jiwa kita. Buang sahaja! Orang yang paling baik akhlak ialah yang memaafkan orang sebelum tidur. Kita akan jadi tenang dan kurang datang penyakit2 darah tinggi, stress dan sewaktu dengannya. Kalau ada silap sikit, jangan berdendam... mereka pun manusia biasa macam kita, apakah kita tak berbuat silap???
3. Berhentilah mengeluh
Mengeluh bererti selalu tidak menerima apa yang telah ada saat ini, senang cerita tidak mensyukuri nikmat yang sedia ada. Secara tidak sedar, kita telah membawa beban yang negatif. Belajarlah mensyukuri nikmat. Ada insan ni mengeluh TAK TAU nak makan apa tengahari ni… Ya Allah kat Somalia ada orang yang TAK ADA apa nak di makan hari ni dan esok hari… Kalau hari ni kita dapat rezeki RM5 ja, pun syukur sebab ada orang yang tak dapat apa2 pun hari ni… kalau hari ni kita sakit lutut tak boleh nak bergerak, syukur sebab dah 42 tahun Allah beri kita kemudahan bergerak ke sana ke mari… Allah tarik nikmat bergerak 1 hari ja.. Dapat suami malas tak tolong kita di rumah, jangan mengeluh... sekurangnya suami kita tak panas baran, sepak terajang kita atau paksa kita jadi jalang... BERSYUKURLAH
4. Bila ada masalah, selesaikan satu persatu
Hanya inilah caranya untuk menangani setiap persoalan satu demi satu. Jangan beban diri dan jiwa dengan segala macam perkara sekaligus. Kita ini lemah, banyak kekurangan. Bersabar. Lelaki ni nampak macam tenang macam tak dak masalah, tapi sebenarnya kepala berserabut berselirat urat2 otak.. jadi kalau kita boleh selesaikan masalah, kita cuba dulu... satu persatu... InsyaAllah semua akan beres. Kita bukan ‘Superman’ yang boleh selesai semua masalah dalam sehari... kalau dah buntu baru la minta tolong dari yang sepatutnya...
5. Tidurlah dengan nyenyak
Semua masalah yang timbul tidak perlu di bawa ke bilik tidur. Bila bincang masalah atas katil... perang dingin mula berlaku maka tidurlah kita dalam keadaan suami marah maka malaikat pun melaknati kita sepanjang malam. Perkara tersebut buruk dan tidak sihat. Biasakan tidur dengan nyenyak, nyaman dan damai. Besar mana pun masalah, esok ja la bincang, malam2 peluk dan gengam tangan suami erat2... kasih sayang pun bercambah, dosa pun gugur celah2 jari...
6. Jauhi urusan orang lain
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara tersendiri untuk menangani setiap masalahnya melainkan orang meminta pertolongan kita kalau tidak tak payah meyibuk. Kekadang mereka tak mau kita tahu masalah mereka. Begitu juga suami kadang2 kita tau dia banyak masalah, jangan kita paksa dia kongsi dengan kita, InsyaAllah dia akan cerita juga tapi biar dia ambil masa dia untuk mula bercerita.
7. Hiduplah pada saat ini, bukan masa lalu
Nikmati masa lalu sebagai kenangan. Janganlah bergantung padanya. Fokuskan hidupmu pada kejadian saat ini kerana apa yang kita miliki adalah saat ini, bukan kelmarin dan bukan esok. Kalau kita asyik mengenang peristiwa lampau kita tak boleh maju ke hadapan. Kenanglah walaupun setahun lagi ia tetap akan jadi kenangan dan kita MEMANG dah tak boleh nak ubah apa2pun, kalau kita dah buat silap kita jadikan iktibar, sempadan atau tauladan supaya tidak diulang kesilapan. Yang penting hari ini, manfaatkan sebaiknya dalam mencari redha Allah kerana esok belum pasti…mungkin kita mati esok. Jadi berbaktilah pada keluarga kita sebaiknya hari ni.
8. Jadilah pendengar yang baik
Ketika menjadi pendengar, kita akan belajar dan mendapatkan idea-idea baru yang berbeza dengan orang lain. Kalau kita menyampuk orang tengah bercakap, tengoklah tentu lepas ni dia tak mau kongsi masalah dia dengan kita lagi...
9. Berfikirlah positif
Rasa tertekan/tension adalah dari fikiran negatif. Kembalilah berfikiran positif. Bertemanlah dengan orang-orang yang berfikiran positif dan terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Semua yang berlaku pasti ada sebab dan hikmahnya. Allah tidak pernah buat kerja yang sia2 atau menyusahkan hambaNya. Kita hanya boleh merancang, Allah yang tentukan.. tak semua yang kita rancang atau idamkan akan menjadi milik kita…
10. Bersyukurlah
Bersyukurlah atas perkara-perkara kecil yang membawa kita pada perkara-perkara yang besar. Sekecil apapun kurnia/nikmat yang kita terima, akan menghasilkan perkara-perkara yang besar dan selalu membawa kita kepada KEBAHAGIAAN saat kita sedang bersyukur. Kalau hari ni suami kita bawak balik ikan masin, dah lama kita makan ayam dan daging, sesekali tukar selera.... Alhamdulillah sekurang2nya kita masih diberi nikmat makan dan rezeki makanan…Kalau dapat suami tak berapa hensem, syukur berbanyak2 sekurang2nya kurang sikit kerisauan perempuan lain nak goda suami kita... yang paling penting syukur sekurang2nya kita ada suami, ada orang sampai sekarang masih mencari2...
Carilah yang terbaik dari yang terbaik dan jadilah hamba yang tahu serta sentiasa bersyukur .....
Saturday, September 24, 2011
Perkara Ajaib Tersembunyi di Dalam Minda
4) Mengawal minda untuk lebih berjaya
Anda mungkin pernah melihat seseorang yang beremosi pada satu masa tetapi pada masa yang sama bercakap seolah-olah tidak menghadapi sebarang masalah dan ingat, orang ini bukanlah seorang pelakon. Seorang ayah memarahi anaknya dengan kemarahan yang beriya-iya tetapi dalam masa yang sama dia menghadiahkan anda senyuman dan mula bercakap lembut dengan anda. Itu tanda permulaan bagi seorang yang dapat mengawal emosinya. Seorang yang ingin menggapai kejayaan melalui imaginasi perlu lebih pandai mengawal emosi.
Solat itu doa dan doa itu perlu dalam proses kehidupan seseorang manusia. Manusia perlu berdoa untuk menjalinkan hubungan yag erat antara dirinya dengan alam ghaib dan yang terpenting dengan PENCIPTA-nya. Realitinya orang yang sentiasa berdoa dan sentiasa menunaikan solat tepat pada waktunya atau lebih baik pada awal waktu akan dapat membentuk dan meningkatkan kekuatan minda melalui fikiran yang lebih terfokus.
Tuesday, September 13, 2011
Pejam Celik ...
Bermula dimasukkan kehospital atas sakit pinggang yg tak mampu dipikul kesakitannya. Barulah saya merasakan betapa kita jarang atau leka pada kesihatan pada diri sendiri. Benar Allah menguji kita dengan ujian-ujian yang kita tidak tahu mengapa demikan terjadi, biasa kita mengeluh dan mula menghitung andai kesihatan tidak berakhir apakah ini pengakhirannya. Mula muhasabah diri bahawa ada kesilapan yang dilakukan tapi tak mampu nak disingkap semula, akhirnya saya akur suka atau tidak saya perlu menghadapi apa saja kemungkinan. Alhamdullillah dapat saya lalui dengan tenang dan reda disamping doa dari isteri dan anak-anak tersayang.
Setelah pulih dari rehat yang panjang, terpaksa melalui tanggungjawab yang berat atas amanah yang dipertanggunjawabkan. Awalnya rasa tidak mampu kerana fizikal dah mula lemah tapi bila melihat mereka yang berada disekeliling juga sokongan dari anak-anak tersayang saya kuatkan juga semangat yang sudah menuju kepenghujung. Berkat kepercayaan pada diri saya jalani dengan tabah walau adakala terkucil rasa dalam diri kerana sesuatu yang tak mampu dipenuhi. Entah berapa kali terkeluar dari bibir, mahu saja meletakkan surat perletakan jawatan. Mengalah bukan satu sikap saya tapi mencuri semangat yang hilang itu agak lambat kerana perlu ada kekuatan dalam diri. Ya Allah sesungguhnya ketentuan Mu adalah yang terbaik.
Mengurus hati bukan perkara mudah, ia harus diurus dengan berhemah dan bersesuaian dengan yang punya diri. Adakala perkara yang remeh menjadi persoalan dan yang lebih merumitkan bilamana ketidakfahaman sengaja ditunjukkan, biasanya saya kembali kepada penyataan ini, ‘Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata: "Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!" Maka Jibril pun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: "Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai dia." Maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini." (Hadis Riwayat Bukhari). Indah bukan, inilakh yang selalu menjadi pegangan saya, walau berhadapan dengan sesiapa saja. Terima kasih kepada yang memahami diri ini. Akan saya jaga ketulusan, keikhlasan dan kejujuran pada mereka yang memahaminya.
Dipenghujung kisah kali ini banyak pengajaran dan pengalaman yang saya kutip. Benar kata pepatah pengalaman menjadi guru yang terbaik. Singgah sebentar diteratak desa yang telah lama ditinggalkan, sunyi sungguh sekeliling, aman, tenang dan jauh disudut hati bertuahnya menjadi insan pilihan. Terfikir dibenak kepala jangan cepat mengandai kalau belum lagi ketentuan. Kali ini banyak saya berserah pada yang Empunya, syukur tak terhingga kerana masih diberi laluan dan peluang untuk meneruskan perjalanan ini.
Celik pejam celik pejam … kena teruskan perjalanan ... celik pejam celik pejam … Allah Maha Penyayang,tetap ada peluang kalau kita berdoa, oleh kerana tak pejam-pejam dan masih celik muhasabah diri bahawa Allah yg menentukan segalanya jadi dikesempatan ini saya ucapkan - Taqabbal Allahu minna wa minkum wa kullu ‘aamin wa antum bikhayr.










