DOA

‘Ya Allah, rahmatilah pembaca blog ini, sihatkan ia, ampunilah dosa-dosanya, berkatilah amalannya, janganlah Engkau balikkan hatinya setelah Engkau beri petunjuk dan hidayah kepadanya dan Ya Allah masukkanlah ia dan keluarganya kedalam syurga FirdausMu serta jauhkanlah ia dan keluarganya dari azab nerakaMu. Sesungguhnya Ya Allah, hanya kepada Engkau kami sembah dan hanya kepada Engkau sahajalah kami meminta pertolongan. Ya Allah jika rezeki pembaca blog ini masih diatas langit, turunkanlah ia, jika rezekinya di dalam bumi, keluarkanlah ia, jika rezekinya jauh, dekatkanlah ia, jika rezekinya haram, sucikanlah ia dan jika rezekinya sukar, Engkau permudahkanlah ia” Ya Allah kurniakanlah kepada kami segala kebaikan sebagaimana yang Engkau kurniakan kepada hamba-hamba Mu yang soleh.'

Monday, August 12, 2013

Kelebihan Istighfar

Di zaman yang serba mencabar ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, Untuk lebih membuat kita bersemangat melakukannya, berikut adalah huraian kelebihan dan manfaat dari berIstighfar.
1. MENGGEMBIRAKAN ALLAH
Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. DICINTAI ALLAH
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.” (HR.Ibnu Majah)

3. DOSA-DOSANYA DIAMPUNI
Rasulullah bersabda, “Allah telah berfirman, "Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, nescaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi) Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan ubat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan ubat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

4. SELAMAT DARI API NERAKA
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan aku masuk neraka’. Rasulullah SAW bersabda,’ Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan disahihkannya).

5. MENDAPAT BALASAN SYURGA
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS. Ali’Imran: 135-136).

6. MENGECEWAKAN SYAITAN
Sesungguhnya syaitan telah berkata,”Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

7. MEMBUAT SYAITAN PUTUS ASA
Ali bin Abi Thalib r.a pernah didatangi oleh seseorang, "Saya telah melakukan dosa’. 'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’, kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai bila?’ Ali menjawab,’ Sampai syaitan berputus asa dan merasa rugi.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

8. MEREDAM AZAB
Allah berfirman, "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

9. MENGUSIR KESEDIHAN
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10.MELAPANGKAN KESEMPITAN
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

11. MELANCARKAN REZEKI
Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba boleh tertahan rezekinya kerana dosa yang dilakukannya.” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

12. MEMBERSIHKAN HATI
Rasulullah SAW bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

13. MENGANGKAT DERAJATNYA DI SYURGA
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di syurga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Kerana istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

14. MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH
Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda, 'Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).
15. MENJADI SEBAIK-BAIK ORANG YANG BERSALAH
Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

16. BERSIFAT SEBAGAI HAMBA ALLAH YANG SEJATI
Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(iaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).

17. TERHINDAR DARI MENJADI ORANG YANG ZALIM
Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”(QS. al-Hujurat: 11)

18. MUDAH MENDAPATKAN ANAK
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

19. MUDAH MENDAPATKAN AIR HUJAN
Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98)

20. BERTAMBAH KEKUATANNYA
Allah berfirman,”Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud: 52)

21. BERTAMBAH KESEJAHTERAANNYA
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).
22. MENJADI ORANG YANG BERUNTUNG
Allah berfirman, "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31). Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.” (HR.Bukhari).

23. KEBURUKANNYA DIGANTI DENGAN KEBAIKAN
Allah berfirman, "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Furqan: 70). “Dan dirikanlah solat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS. Hud: 114).

24. MELAMBANGKAN SEBAGAI ORANG MUKMIN
Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyedari bahawa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sedar sepenuhnya bahawa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahawa tiada Tuhan yang boleh mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).

25. BERKEPERIBADIAN SEBAGAI ORANG BIJAK
Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).
Sumber: manfaat-istighfar.

Sunday, August 4, 2013

Penawar Hati

Antara semua makhluk ciptaan Allah SWT, manusia adalah ciptaannya yang paling sempurna. Selain lengkap dengan tujuh pancaindera, Allah juga mengurniakan akal dan fikiran bagi memudahkan manusia membuat pertimbangan. Walaubagaimanapun, akal dan fikiran dikendalikan oleh seketul daging di dalam tubuh manusia yang dikenali sebagai hati. Hati diibaratkan sebagai raja dalam sebuah negeri. Hati jugalah yang memerintah seluruh anggota badan supaya bertindak sesudah mendapat arahan serta bertindak mengikut arahan. Tindakan yang dilakukan itu sama ada berupa kebaikan atau kejahatan, ia banyak bergantung kepada hati itu sendiri. Hati adalah anggota tubuh manusia yang paling mulia. Hati terletak di dalam dada. Ia dilindungi dan dikelilingi oleh seluruh anggota tubuh sesuai dengan kedudukannya sebagai seorang raja.
Hati tidak dapat dilihat dengan mata kasar, tetapi tindakan yang diambil oleh hati dapat dilihat pada perilaku seseorang seperti kesabaran, keilmuan, kemuliaan, cinta, kehendak, kerelaan dan pelbagai lagi yang terpancar pada diri manusia itu. bukan hanya kebaikan sahaja, tetapi boleh berupa tindakan yang berunsur kejahatan termasuklah perbuatan yang mengingkari perintah Allah. Marah, benci, dengki, sombong dendam adalah antara perbuatan tersebut. Semua anggota tubuh kita sama ada yang dapat dilihat atau tidak , termasuklah segala kekuatannya adalah benteng kepada hati.

Mata dan hati mempunyai hubungan erat yang tidak boleh dipisahkan. Segala yang dilihat oleh mata terus dihantar ke hati. apabila mata melihat sesuatu, mata dengan cepat menghantar isyarat ke hati. kemudian hati segera membuat tindakan susulan. Apa pun tindakan yang dibuat oleh anggota tubuh selepas menerima arahan daripada hati tidak akan terlepas begitu sahaja pada hari akhirat. Semua anggota tubuh dipertanggungjawapkan dan menjadi saksi setiap perkara yang dilakukan semsa hidup di dunia.

Ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, maksudnya: "sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawapannya" (Surah Al-Israk, ayat 136) Ayat ini menjelaskan, telinga, mata, hati dan seluruh anggota badan dipertanggungjawapkan atas apa juga perkara yang dilakukan semasa di dunia. mata yang melihat, telinga yang mendengar, dan hati yang mengeluarkan arahan akan diminta menjadi saksi.

Sekiranya hati seseorang itu sering membuat keputusan yang berpandukan dengan ajaran Al-Qur'an, maka berbahagialah mereka yang mempunyai hati seperti ini. Tetapi sekiranya memiliki hati yang sering membuat keputusan yang berpandukan kepada hasutan syaitan, hanya kebinasaan sahaja yang akan menimpa mereka. Abu Hurairah melaporkan dalam sebuah hadis; "Hati adalah umpama raja dan anggota badan adalah sebagai pengawalnya. Apabila raja memerintah dengan baik, maka pengawalnya tentu bertugas dengan baik. apabila rajanya melakukan sesuatu yang tidak baik, maka sudah tentu pengawalnya pun begitu juga".

Hadis ini diperkuatkan lagi dengan pengakuan Rasulullah SAW: "Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh badan ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baiklah seluruh badannya, dan sekiranya buruk, maka buruklah keseluruhannya. ketahuilah ia adalah hati"
Hati juga ssering dikaitkan dengan kehidupan dan kematian..... Berkata seorang ulama, Ibrahim Al-Khawas RA: “ Sesungguhnya ubat hati itu ada lima perkara, maka ubatilah hati kamu dengan lima perkara tersebut. Pertamanya, bacalah Al-Quran dengan menghayati isi kandunganya. Kedua, mengosongkan perut dari terlalu kenyang atau berpuasa. Ketiga, bangun (beribadat) di waktu malam. Keempat, menghampirkan diri kepada Allah (beribadat) disepertiga malam dan yang kelimanya, sentiasa bersama-sama di dalam majlis orang-orang yang soleh ”.

Hatilah punca segala-galanya. Jika tidak berpunca dari hati yang kotor, manusia tidak akan melakukan maksiat terhadap penciptanya. Namun, kita sentiasa tidak menghiraukan gelagat hati kita. Kita sering biarkan hati kita dikotori titik-titik hitam dan dihinggapi berbagai-bagai penyakit yang menjijikan. Lantas, hasilnya segala gerak-geri yang dipertontonkan melencong dari jalan yang dikehendaki Allah SWT.

Al-Quran yang diturunkan kepada kita melalui insan agung SAW merupakan mukjizat yang tidak ada tolak bandingnya, bahkan ia juga sebagai ubat bagi mengubati hati yang berpenyakit. Dengan kita melazimi membacanya dan mentadabbur apa yang terkandung di dalamnya, akan memperolehi ketenangan hati yang akan menyebabkan hati sentiasa tidak lalai mengingati Allah SWT. Firman Allah SWT yang bermaksud: “ketahuilah, dengan mengingati Allah itu, hati akan tenang”.

Begitu juga dengan mengosongkan perut dari terlalu kenyang akan mengubati segala penyakit yang tersemat dihati kerana dengannya hati akan beroleh kerehatan dan meringankan untuk melakukan ibadat kepada Allah SWT serta menjauhkan dari segala penyakit yang memudaratkan. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang sedikit makannya, sihatlah perutnya dan bersihlah hatinya. Barangsiapa yang banyak makannya, maka sakitlah perutnya dan keraslah hatinya”.

Sabda Rasulullah SAW lagi: “janganlah kamu matikan hati kamu dengan membanyakan makan dan minum, sesungguhnya hati itu seumpama tumbuh-tumbuhan, jika banyak disirami air maka ia akan mati”.
Seterusnya, diantara ubat bagi mengubati hati ialah dengan sentiasa bangun malam beribadat kepada Allah SWT kerana dengannya akan menjauhkan diri kita dari tipu daya syaitan dan menjauhkan dari melakukan dosa serta mendapat keredhoan dari Allah SWT. Rasulullah SAW sentiasa mengingati ummatnya: “hendaklah kamu bangun malam (beribadat) walaupun hanya mengerjakan satu rakaat solat”. Oleh itu, bagi memastikan hati kita dalam keadaan sentiasa bersih dari segala penyakit, hendaklah kita melazimi dengan membanyakan beribadat kepada Allah disepertiga malam kerana waktu itulah Allah SWT turun ke langit dunia bagi melihat siapa diantara hambanya yang berjaga malam, beribadat kepadanya.

Begitu juga, hati akan terubat dari segala penyakit dengan sentiasa bersama-sama di dalam majlis orang-orang yang soleh. Ini akan menyebabkan sedikit sebanyak akan terikut dengan tingkah laku, perbuatan dan percakapan mereka yang sentiasa mengingati Allah SWT. Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda: “Berkata Luqman Al-Hakim kepada anaknya, wahai anakku, sentiasalah kamu berada dalam majlis alim ulama (orang-orang yang soleh) dan dengarlah kata-kata hikmah dari mereka. Sesungguhnya Allah SWT akan menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Allah menghidupkan bumi dengan siraman hujan yang lebat”.

Berkata seorang hukama’: “Sesungguhnya Allah SWT mempunyai sebuah kebun di atas dunia ini, barangsiapa yang masuk ke dalamnya maka bahagialah hidupnya. Kemudian ditanya padanya: “apakah kebun itu?, lantas dijawab bahawa kebun itu adalah majlis-majlis ilmu (mengingati Allah).
Begitulah di antara penawar-penawar yang digariskan oleh ulama bagi mengubati hati-hati kita dari segala penyakit yang menyebabkan gerak geri yang dipertontonkan oleh kita melencong ke arah kemurkaan Allah SWT. Mudah - mudahan kita digolongkan dikalangan hamba-hambanya yang sentiasa dalam keadaan hati bersih dari segala penyakit-penyakit yang menyebabkan kita lalai mengingati Allah SWT.

Sunday, July 28, 2013

5 Perkara Mencari dan Mendapat Keberkatan Hidup

Perkataan berkat (barakah) bermaksud perkembangan dan kebaikan. Secara umumnya kita boleh menyatakan maksud berkat (barakah) disini adalah memohon restu dari Allah SWT agar dikurniakan kebaikkan yang berkembang . Berkat ini tidak syak lagi adalah dengan keizinan Allah SWT . Jika seseorang itu memohon Allah agar memberkati rezekinya , maka jika Allah kehendaki, dia akan memberi berkat kepada seseorang itu, sebagaimana berkata Nabi Isa AS., firman Allah SWT: "Dan Dia menjadikan daku seorang yang berkat di mana sahaja aku berada" [Surah al-Maryam ayat 31]
Allah SWT adalah al-Mubaarik (pemberi restu/berkat) dan hamba-Nya adalah al-Mubaarak; seseorang yang diberkati sebagaimana yang dinyatakan didalam ayat diatas. Sifat memberi berkat ini hanyalah milik Allah SWT, Berkat Allah adalah dimana sahaja Dia letakkan, firmannya: "Dan juga Kami telah menurunkan dari langit air (hujan) yang banyak faedahnya (keberkatannya)" [Surah Qaaf ayat 9]

Allah SWT bersifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang. tanda Allah SWT kasih kepada hamba-hamba-Nya adalah Allah SWT memberi pertolongan, rahmat dan keberkatan dalam kehidupan. Terdapat lima keberkataan kurniaan Allah SWT diberikan-Nya kepada hamba-hamba yang dikasihi-Nya iaitu;
1. Keberkatan pada umur.,
2. Keberkatan pada kehidupan berkeluarga.
3. Keberkatan pada rezeki.
4. Keberkatan pada berjemaah.
5. Keberkatan pada ilmu

Huraiannya: Tanda-tanda keberkataan itu ada lima perkara seperti berikut:

Pertama: Keberkatan Pada Umur - Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Sebaik-baik manusia menurut pandangan Allah (Islam) ialah orang yang panjang umurnya dan baik pula perbuatannya, sedang seburuk-buruk manusia ialah orang yang panjang umurnya tetapi buruk pula perbuatannya" [Hadis Riwayat Ahmad dan al-Hakim]

Berdasar kepada hadis tersebut apa yang dapat kita simpulkan bahawa amalan yang baik yang menjadi fokus kepada nilaian Allah SWT.. Sekiranya kita diberi peluang untuk hidup lama di muka bumi ini, tetapi kita tidak memanfaatkan untuk kebaikan hidup di dunia dan bekalan akhirat ia adalah sia-sia. Tetapi sekiranya kita menggunakan peluang umur yang panjang itu untuk berbuat baik ia mendapat tempat terbaik disisi Allah. Inilah maksud umur yang diberkati Allah SWT. Sebaiknya pula jika seseorang memiliki umur panjang sedangkan kejahatannya melebihi kebaikannya ini bermakna tidak ada keberkatan pada umurnya dan bersiap sedialah untuk memasuki Neraka.

Sabda Nabi SAW. maksudnya: “Jika seseorang telah mencapai umur 40 tahun sedangkan kebaikannya tidak lebih banyak dari kejahatannya maka syaitan akan mengusap usap wajahnya sambil berkata; 'demi ayahku wajah ini tidak akan beruntung' "

Dalam riwayat lain Nabi SAW bersabda maksudnya: “Siapa yang sudah berumur 40 tahun sedangkan kebaikannya tidak lebih baik dari keburukannya, maka hendaklah ia bersiap siap masuk Neraka”

Kedua: Keberkatan dalam hidup berkeluarga - Keluarga yang berbahagia adalah keluarga yang memiliki ketenangan dan kebahagiaan. Sentiasa rukun damai dan lahir kasih sayang di antara suami, isteri dan anak-anak. Saling nasihat menasihati, hormat menghormati dan percaya mempercayai. di antara satu sama lain. Sikap rahmah (kasih sayang) kepada pasangan hidup dan anak-anak merupakan tulang belakang keharmonisan keluarga. Rasulullah SAW .memanggil Aisyah dengan panggilan yang memanjakan, dengan gelar yang menyenangkan hati. Bahkan baginda membolehkan seseorang berdiplomasi kepada pasangan hidupnya dalam rangka membangun kasih sayang. Suami atau isteri harus mampu menampilkan peribadi yang dapat menimbulkan rasa tenteram, senang kerinduan. Ingat, di atas rasa kasih sayanglah pasangan dalam keluarga dapat melayari bahtera kehidupan dengan aman dan damai.
Tarbiyah (pendidikan) merupakan keperluan asasi setiap manusia. Para suami yang telah aktif dalam medan dakwah biasanya akan mudah mendapatkan hal ini. Namun, isteri juga memiliki kemampuan untuk meneruskan tarbiyah ini untuk anak-anaknya. Nafkah yang halal merupakan tanggung jawab suami untuk ahli keluarganya Itulah sebabnya Rasulullah SAW. meluluskan permintaan taklim (pengajaran) para wanita muslimah yang datang kepada baginda. Baginda memberikan kesempatan khusus bagi pembinaan wanita dan kaum ibu . Jika tidak berjalan tarbiyah dalam keluarga maka akan berlaku pergeseran, pertengkaran dan pergaduhan yang tidak berkesudahan hingga membawa kepada penceraian.

Keluarga yang diberkati Allah SWT. akan melahirkan ciri-ciri Baitul Muslim dalam keluarga tersebut dan keluarga yang tidak mendapat keberkataan melahirkan pergolakkan dan perselisihan samaada di antara suami isteri dan juga di antara ibu bapa kepada anak-anaknya. Oleh itu jadikanlah Islam sebagai panduan hidup berkeluarga barulah mendapat rahmat ,ketenangan dan keberkatan daripada Allah SWT.

Ketiga: Keberkatan Pada Rezeki - Rezeki yang berkat adalah rezeki yang diperolehi daripada sumber-sumber yang halal. Dan digunakan pula rezeki tersebut untuk kebaikan dan di jalan Allah SWT. Apabila kita mensyukuri rezeki Allah SWT maka Allah SWT akan memberkati hidup kita dan Dia akan memberi tambahan rezeki dijalan yang tidak disangka-sangka.

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya, “Makanan untuk seorang mencukupi untuk dua orang dan makanan untuk dua orang mencukupi untuk empat orang dan makanan untuk empat orang mencukupi untuk lapan orang.” [Hadis riwayat Bukhari dan Muslim]

Setiap Mukmin hendaklah mempunyai sifat qanaah iaitu redha dan menerima apa yang ada tanpa banyak menuntut perkara yang bukan keperluannya. Lawan bagi sifat qanaah ialah tamak yang menjadikan seseorang itu sentiasa cemburu dan dengki dengan rezeki yang diperolehi oleh orang lain. Salah satu cara untuk menanamkan sifat qanaah kepada diri dan keluarga ialah dengan sentiasa mengucapkan ‘Alhamdulillah’ di atas setiap perbuatan atau perkara baik yang diterima.

Rasulullah SAW. pernah bersabda yang maksudnya, “Tiada seorangpun yang berdo'a kepada Allah dengan suatu do'a, kecuali dikabulkan-Nya dan dia memperolehi salah satu daripada tiga keadaan, iaitu dipercepatkan penerimaan do'anya di dunia, disimpan (ditunda) untuknya sampai di akhirat atau diganti dengan mencegahnya daripada musibah (bencana) yang serupa.” [Hadis riwayat at-Tabrani]

Rezeki adalah ketentuan Allah SWT. Untuk menambah keberkatannya hendaklah membiasakan diri dengan sifat pemurah dan tidak bakhil untuk bersedekah kepada orang lain kerana hal ini akan memberikan ketenangan kepada diri malah akan lebih disayangi oleh masyarakat kerana sesungguhnya, harta yang kita miliki terdapat hak-hak orang lain di dalamnya yang wajib kita tunaikan. Kekayaan yang sejati adalah kekayaan iman yang tercermin dari kesederhanaan hidupnya dan kesederhanaan itu tercermin dari sifatnya yang qanaah.

Kita sering mendengar berita orang kaya rezekinya melimpah ruah tetapi hidup keluarganya porak peranda, anak-anaknya menjadi penjenayah dan penceraian berlaku di antara suami istari. Ini menunjukkan tidak ada keberkatan rezeki yang mereka perolehi ada sesuatu yang tidak kena maka berlakulah keadaan seperti ini. Kita juga mendengar suatu keluarga yang pendapatannya kecil menanggung anak-anak yang ramai tetapi anak-anaknya menjadi insan yan berakhlak mulia dan berjaya di dalam kerjaya dan kehidupan. Ini menunjukkan ada keberkatan rezeki yang dikurniakan oleh Allah SWT.

Dari Abu Hurairah RA. berkata bahawasanya Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: Allah telah berfirman, “telah berfirman Allah kepada malaikat pembahagi (pengedar) rezeki kepada bani Adam: mana satu hamba-Ku yang kamu temui menujukan harapannya kepada Aku semata, maka jaminkanlah rezekinya langit dan bumi. Dan mana satu hamba-Ku yang kamu temui sedang mencari rezekinya, sesungguhnya dia sedang menuntut keadilan, maka lorongkanlah jalan-jalannya tetapi jika dia menuntut selain dari itu, maka biarkanlah antara mereka dengan apa yang mereka tuntut itu, kelak mereka tidak akan memperolehi lebih daripada apa yang telah Aku tentukan untuk mereka itu.” [Hadis riwayat Abu Naim]
Oleh itu, sentiasalah bersangka baik pada Allah dalam apa jua keadaanpun, kerana kasih sayang Allah itu mendahului Kemurkaan-Nya. Dan pastikan sumber rezeki yang kita perolehi dari sumber yang halal dan tidak meninggalkan suruhan Allah SWT semasa mencari rezeki, rezeki yang diperolehi akan diberkati dan hidup kita akan sentiasa mendapat rahmat Allah SWT.

Keempat: Keberkatan Hidup Berjemaah - Hidup kita di dunia ini tidak boleh berseorangan kita perlu kepada berjemaah. Hidup berjemaah akan membawa keberkatan sedangkan hidup tanpa jemaah akan membawa kepada kehancuran.

Daripada Huzaifah RA berkata: “Orang-orang Islam yang lain bertanya Rasulullah SAW tentang kebaikan dan saya bertanya Rasulullah tentang kejahatan, kerana saya bimbang (takut) saya terjatuh kedalam kejahatan, lalu saya berkata kepada Rasulullah SAW,: “Ya Rasulullah, kami sesungguhnya berada di dalam keadaan jahiliah dan kejahatan, tetapi Allah hantarkan kebaikan, apakah ada selepas kebaikan ini kejahatan?”

Rasulullah SAW menjawab: “Ya ada”
Kemudian saya bertanya lagi, “Apakah selepas kejahatan ini ada kebaikan?”
Rasulullah SAW menjawab “Ya ada, tetapi di dalamnya ada dakhan”
Kemudian saya bertanya kepada Rasulullah SAW “Apakah dakhan itu?”
Rasulullah SAW menjawab “Yang di maksudkan dakhan itu adalah suatu kaum yang mengambil suatu peraturan lain dari Sunnahku dan mengambil Petunjuk lain dari Petunjukku, kamu kenal mereka maka hendaklah kamu tolak mereka.”
Saya bertanya lagi: Adakah selepas itu (kebaikan), ada lagi kejahatan?”
Rasulullah SAW menjawab: “Ya ada, iaitu pendakwah (penyeru) yang berada di tepi jurang neraka, siapa yang menyahut seruan mereka akan di campakkan kedalam neraka”
Saya bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah perintahmu jika saya sampai pada masa itu (iaitu masa penyeru-penyeru yang menyeru di tepi jurang neraka)?”
Rasulullah SAW menjawab: “Hendaklah kamu duduk bersama-sama Jemaah Muslimin dan ikut imam mereka” {Hadis Riwayat Imam Bukhari, Muslim dan Abu Daud]

Hidup kita akan mendapat keberkatan jika kita duduk di dalam jemaah. Rasulullah dan sahabat-sahabat baginda hidup bersama jemaah Islam yang dibentuk oleh baginda. Di dalam jemaah inilah berlakunya proses tarbiyah imaniah berjalan hingga melahirkan satu generasi umat Islam yang paling baik dalam sejarah manusia. Hasil dari jemaah ini melahirkan Daulah Islamiyah yang mendaulatkan hukum-hukum Allah SWT .Berjemaah membawa berkat dan perpecahan membawa azab.

Kelima: Keberkatan Pada Ilmu - Ilmu yang bermanfaat secara mutlak di dunia dan akhirat adalah ilmu syar’i (ilmu Islam). ilmu yang pengamalnya yang diikhtiraf oleh Allah SWT. dan Rasulullah SAW, ilmu ini adalah seperti yang diungkapkan oleh Imam Asy-Syatiby di dalam kitab Al Muwafaqot, “Ilmu yang muktabar menurut syara ’ adalah ilmu yang mendorong pemiliknya untuk beramal, yang tidak membiarkan pemiliknya mengikuti hawa nafsunya bagaimanapun ia, bahkan ia mengikat pengikutnya dengan ilmu tersebut, yang membawa pemiliknya mematuhi aturan-aturannya suka atau tidak suka”.

Mengenai ilmu pengetahuannya yang bermanfaat kepada orang lain. Dengan kata lain, segala ilmu yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain dan dapat menambahkan ketakwaan mereka kepada Allah SWT. Maka selama ilmu itu masih dipelajari, selama itulah orang yang mengajarkannya pada peringkat permulaan itu akan mendapat pahala yang berterusan yang akan dimasukkan ke dalam catitan amalan kebajikannya. Antara lain, seperti apabila seseorang yang mengarang kitab untuk rujukan orang lain, maka selagi kitabnya dapat memberikan manfaat kepada orang lain, maka Allah akan mengurniakan ganjaran dan pahala yang berterusan kepada pengarang kitab tersebut.

Ilmu yang berkat adalah ilmu yang difahami, dilaksanakan dan disampaikan pada orang lain. Ilmu yang berkat juga akan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT


Marilah sama-sama kita muhasabah balik pada diri kita kenapakah sering kita mengalami kerisauan, jiwa sentiasa tidak tenang dan tekanan hidup yang semakin meningkat. Jika kita kaji pasti kita akan dapat jawapannya iaitu tidak wujud keberkatan dalam hidup kita. Iaitu tidak ada keberkatan pada umur, hidup berkeluarga, rezeki , berjemaah dan pada ilmu. Oleh itu perlulah kita kembali kepada Allah SWT dengan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya insya Allah rahmat dan keberkatan daripada Allah SWT akan kita perolehi. - Cahaya ilmu

Saturday, July 20, 2013

APA ITU AL-QURAN DAN HADITH

Mari kita kongsi ilmu mengenai islam dari dua sumber asas, Al-Quran dan Hadith. “Aku tinggalkan kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama mana kamu berpegang dengan kedua-duanya, iaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnahku.” (Hadis riwayat al- Hakim) 

APA ITU AL-QURAN NI?
Al-Quran ialah kalamullah yang mengandungi mukjizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantaraan Jibril AS., ditulis dalam mashaf, dipindahkan kepada kita secara mutawatir dan menjadi ibadat dengan membacanya. Susunan Al-Quran terdiri daripada cantuman 28 huruf Hijaiyah yang mana keseluruhan Al-Quran mengandungi 323,671 huruf, 77,437 kalimah, 6,236 ayat, 114 surah, 30 juzuk, 60 hizib.

APA KELEBIHANNYA?
Antara kelebihan Al-Quran ialah:-
1. Mukjizat teragung
2. Mukjizat Nabi yang kekal hingga hari Kiamat
Sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud:- "Dan kelebihan kalamullah ke atas seluruh kalam (perkataan) seperti kelebihan Allah ke atas sekalian kejadian-Nya."

MACAM MANA AL-QURAN BOLEH SAMPAI PADA KITA?
Al-Quran diturunkan melalui beberapa peringkat iaitu:-
1. Al-Quran diturunkan ke Luh Mahfuz, Cara turun dan wujudnya Al-Quran di Luh Mahfuz pada waktu yang tidak diketahui kecuali Allah. Firman Allah SWT yang bermaksud:- "Bahkan ialah Al-Quran yang mulia. Diturunkan ke Luh Mahfuz."
2. Al-Quran diturunkan ke Baitul Izzah di Langit Dunia pada Lailat al-Qadr dalam satu jumlah (sekali gus).
3. Al-Quran diturunkan dengan perantaraan Jibril AS. kepada Nabi Muhammad SAW. secara beransur-ansur.
MACAM MANA PULAK CARA PENURUNAN WAHYU?
1. Melalui mimpi seperti mimpi Nabi Ibrahim AS. menyembelih anaknya Nabi Ismail AS.
2. Melalui suara seperti Allah SWT berbicara dengan Nabi Musa AS.
3. Wahyu turun seperti bunyi loceng
4. Melalui Jibril AS. kepada Nabi Muhammad SAW. dalam bentuk manusia

APA LAGI NAMA-NAMA KITAB SUCI DAN JUMLAHNYA?
Oleh sebab ramai Rasul utusan Allah, banyak catatan dan pesanan yang disampaikan. Ada yang disebut sebagai lembaran-lembaran (suhuf) dan ada pula dalam bentuk buku (kitab). Suhuf diturunkan kepada Nabi Ibrahim AS. dan Nabi Musa AS.. Manakala kitab pula diturunkan kepada Nabi-Nabi berikut:-
1. Kitab Al-Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS.
2. kitab Al-Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS.
3. Kitab Al-Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS.
4. Kitab Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

KENAPA DINAMAKAN KITAB SUCI?
1. Bebas daripada campur tangan manusia
2. Kandungan sesuai dengan fitrah manusia
3. Kandungannya tidak bercanggah di antara satu sama lain

APA KEISTIMEWAAN AL-QURAN?
Perbezaan lebih khusus antara Al-Quran dengan ucapan yang lain (hadis Qudsi dan hadis Nabawi) ialah Al-Quran merupakan firman Allah SWT, di turunkan dengan lafaz dan makna yang jelas dengan perantaraan Malaikat Jibril AS, kemudian tersebar dalam bentuk-bentuk tetap dan tidak dapat ditiru dan mendapat jaminan Allah SWT. Ini berdasarkan firman-Nya yang bermaksud:- "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya."
APA FADHILAT MEMBACA AL-QURAN?
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:- "Daripada Ibnu Mas'ud RA. katanya Rasulullah SAW telah bersabda: Sesiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Quran) maka baginya satu kebajikan dan satu kebajikan diganda sepuluh. Aku tidak bermaksud (Alif Lam Mim) itu satu huruf akan tetapi Alif itu satu huruf, Lam itu satu huruf dan Mim itu satu huruf." (Riwayat al-Tirmizi)

APA PULAK FADHILAT MENGAJAR AL-QURAN?
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:- "Sesiapa yang mengajar Al-Quran kepada anaknya secara melihat mushaf, Allah akan mengampunkan dosanya yang lalu dan yang terkemudian dan sesiapa yang mengajar secara menghafaz, Allah akan membangkitkannya di hari akhirat seperti bulan purnama dan dikatakan kepada anaknya, bacalah! Tiap-tiap kali dia membaca satu ayat daripadanya Allah mengangkat darjat bapanya hinggalah sampai akhir ayat yang dihafaznya

APA ITU HADITH?
Dalam kitab-kitab hadith didapati hadith Qudsi. Ulama' hadith mengatakan bahawa hadith Qudsi itu: ialah perkataan Nabi SAW yang disebut dengan mengatakan Allah bertitah , disandarkan perkataan itu kepada Allah dan diriwayatkan daripadanya. Hadith Qudsi: ialah titah Allah yang disampaikan kepada Nabi SAW di dalam mimpi atau dengan jalan ilham, lalu Nabi SAW menerangkan apa yang disampaikan itu kepada umatnya dengan ibarat atau susunan perkataannya sendiri serta menyandarkan kepada Allah; sedang hadith-hadith yang lain tidak demikian itu. Hadith Qudsi itu dinamakan juga Hadith Ilahi atau Hadith Rabbani. Dan pernah pula dibezakan Hadith Qudsi dengan yang lainnya; iaitu segala hadith yang bersangkut dengan kebersihan atau kesucian zat Allah dan sifat-sifat kebesaran dan kemuliaanNya. [Kitab al-Dar al-Nadid min Majmu'ah al-Hafid]
Contoh Hadith Qudsi itu, Rasulullah SAW bersabda: "Firman Allah SWT: Tiap-tiap amal anak Adam untuknya kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa itu untukKu, dan Aku akan memberi balasan dengannya. Dan puasa itu perisai, maka apabila seorang kamu berpuasa janganlah ia memaki-maki, mencarut-carut dan janganlah dia menghiruk-pikukkan; maka jika dia dimaki oleh seorang atau hendak dibunuhnya, hendaklah ia katakan: aku ini berpuasa." (Hadith riwayat Bukhari & Muslim) Rasulullah SAW bersabda: "Firman Allah SWT: Aku menurut persangkaan hambaKu dan Aku bersamanya di mana saja ia sebut (ingat) akan daku." (Hadith riwayat Bukhari & Muslim)

Hadith ini penting sebagai sumber ilmu agama. Hukum wajib, harus, halal, haram, sunat etc boleh datang dari hadith (selain dari Al-Quran). Hadith boleh ditolak jika ianya hadith palsu. Contoh hadith palsu paling popular ialah hadith berkenaan kelebihan berpuasa selama 30 hari. Yang selalu dok siar kat TV dan radio kita. Rasanya kebelakangan ini pun telah tak diwar-warkan lagi sekarang ini sebab makin ramai orang sudah ambil tahu berkenaan dengan hadith.

Ada beberapa kategori hadith:
1. Sahih (authentic)
2. Hasan (good)
3. da'if (weak)
4. maudu' (palsu)

Yang dua pertama tu selalu diguna untuk buat hukum dalam agama (wajib, haram, halal etc) sedangkan yang dua kemudian tak boleh. Hadis da'if hanya untuk memberi semangat (fadilat). Hadith maudu' atau palsu, tertolak terus, tak boleh pakai. Selalu juga ajaran sesat menggunakan hadith palsu untuk mengelirukan pengikutnya.

Kitab hadith yang paling muktabar ada enam juga dikenali sebagai Sunan Sittah. Ianya:
1.      Sahih Bukhari
2.      Sahih Muslim
3.      Sunan Abi Da'ud
4.      Sunan al-Tirmidhi
5.      Sunan al-Sughra (al-Nasa'i)
6.      Sunan Ibn Majah

Yang paling autentik mengikut ulama ialah Sahih Bukhari dan Muslim.
Hadith ada berapa banyak? Memang banyak. Imam Ahmad bin Hambal, imam kepada mazhab Hambali sendiri menghafal hadith sebanyak 300,000. Itu baru seorang Imam besar, tak ambil kira yang lain-lain lagi. Dengan lain kata, hadith ni memang banyak. Tapi nanti kena tapis yang mana sahih, da'if dan maudu'. Itu bukan kerja kita. Kita rujuk dari ulama-ulama hadith.

Kedudukan Hadis di dalam Islam
Kedudukan hadith dalam Islam adalah sesuatu yang tidak dapat diragukan kerana terdapat penegasan yang banyak di dalam al Quran tentang hadith – di dalam al Quran disebut sebagai al Sunnah – malahan dalam banyak tempat hadith disebutkan selari dengan al Kitab ataupun al Quran. Di dalam al Quran juga disebutkan dengan ketaatan terhadap Rasulullah SAW yang disebutkan bersama dengan ketaataan kepada Allah. Ini sebagaimana yang ditegaskan di dalam al Quran di dalam firman Allah seperti;
·         Maksudnya; “Dan taatilah Allah dan RasulNya, jika kamu adalah orang-orang yang beriman” (surah al Anfāl: ayat 1)
·         Maksudnya; “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain bagi urusan mereka” (surah al Ahzāb: ayat 36)
·         Maksudnya; “Apa yang diberikan Rasul kepada kamu, maka ambillah ia, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah” (surah al Hasyr : ayat 7)

Dengan penegasan al Quran di atas, jelaslah bahawa hadith tidak dapat dipisahkan penggunaannya di dalam segala hal yang berkaitan dengan Islam selari dengan al Quran. Sesetengah pengarang menyebutkan mengenai 5 fungsi hadith yang utama – dalam sesetengah buku cuma disebut 4 – iaitu;
·         Penguat dan penyokong kepada hukum-hukum yang terdapat di dalam al Quran seperti dalam perkara pengsyariatan sembahyang, puasa dan haji.
·         Penghurai dan pentafsir bagi ayat-ayat al Quran yang umum seperti memperjelaskan mengenai cara perlaksanaan sembahyang, kaedah jual beli, menunaikan zakat dan haji dan sebagainya yang mana perkara-perkara tersebut hanya disebutkan secara umum oleh al Quran.
·         Menjadi keterangan tasyri’ iaitu menentukan sesuatu hukum yang tiada di dalam al Quran seperti dalam hal memakan haiwan yang ditangkap oleh haiwan pemburu terlatih seperti anjing yang mana buruan tersebut terdapat kesan dimakan oleh haiwan pemburu terlatih tadi dan kesan tersebut menunjukkan haiwan pemburu tadi menangkap buruan untuk dirinya sendiri. di dalam al Quran hanya dibenarkan memakan buruan yang ditangkap oleh haiwan pemburu terlatih. Maka dalam hal ini, hadith menerangkan bahawa buruan yang mempunyai kesan dimakan oleh haiwan pemburu adalah haram dimakan.
·         Menasakhkan hukum yang terdapat di dalam al Quran.Sesetengah ahl al Ra’y berpandangan bahawa hadith yang dapat menasakhkan hukum al Quran itu mestilah sekurang-kurangnya bertaraf Mutawatîr, Masyhûr ataupun Mustafhîdh.
·         Menerangkan mengenai ayat yang telah dinasakh dan ayat mana yang telah dimansukhkan.

Dalam menentukan fungsi-fungsi bagi hadith ini, para ulama bersepakat dalam menentukan fungsi pertama dan kedua tetapi mereka masih berselisih dalam menentukan fungsi ketiga, keempat dan kelima. Menurut ulama Hanafiyyah, hadith-hadith Mutawatîr dan Masyhûr boleh menasakhkan hukum al Quran manakala Imam Syafie sendiri menolak penasakhan itu. Di dalam bidang ibadat, hadith memainkan peranannya dalam menghuraikan maksud ayat-ayat al Quran mengenai pengsyariatan sesuatu bentuk ibadat dengan lebih jelas. Tambahan pula, hadith juga memperincikan lagi masalah-masalah yang berhubung dengan pelaksanaan sesuatu ibadat sama ada wajib, sunat, harus, makruh atau haram.
Dalam bidang hukum atau undang-undang, hadith memperincikan hukuman-hukuman dan undang-undang yang terdapat di dalam al Quran seperti hukuman terhadap penzina. Hadith juga berbicara meliputi soal-soal yang berhubung dengan keadilan sosial, ekonomi dan politik. Hadith juga menerangkan mengenai hal-hal mengenai masalah-masalah perseorangan dan kekeluargaan seperti soal nikah, cerai dan talak. Begitu juga kita tidak menemui secara khusus tentang larangan al Quran terhadap amalan rasuah dan menyorok barang dagangan dan perkara-perkara ini diterangkan di dalam hadith.


Mengenai ilmu pengetahuan pula, tidak sedikit ilmu yang boleh kita korek dari hadith bagaikan satu dasar yang tidak diketahui kedalamannya sama ada ilmu sejarah – sejarah penciptaan alam dan bangsa-bangsa terdahulu -, ilmu nasab, ilmu sosiologi, bahasa, sastera, budaya dan banyak lagi. Tambahan pula, hadith juga menggalakkan manusia agar berusaha menuntut ilmu dan memperbaiki diri. Manakala dalam soal pembentukan akhlak pula, maka sememangnya pengutusan Rasulullah SAW itu sendiri adalah untuk membentuk akhlak yang mulia.

Saturday, July 13, 2013

Siapakah yang dirndui oleh Syurga

Atas keagungan dan kemuliaan bulan Ramadhan itu maka syurga pun berhias untuk para hamba Allah.SWT yang taat beribadah kepada-Nya. Dan syurga itu merindukan empat golongan dari manusia yang beriman sebagai mana sabda Rasulullah SAW: Syurga itu merindukan empat golongan manusia yaitu: "mereka yang membaca Al-Qur’an , yang menjaga Lidah, yang mahu memberi makan kepada orang yang lapar, dan mereka yang berpuasa di bulan ramadhan". (Raunaqul Majaalis )
1. Orang Yang Senang Membaca Al-Qur’an
Alhamdullillah pada bulan Ramadhan ini kita dengarkan baik di masjid–masjid, di surau–surau, di mana-mana sahaja, bahkan di rumah–rumah semua membaca Al-Qur’an demi mendapatkan kemulian dan pahala yang dijanjikan oleh Allah.SWT. Pada hari–hari biasa mungkin kita jarang untuk membuka Al-Qur’an kalau tidak dikatakan sama sekali, tetapi dengan datangnya bulan Ramadhan kita berlumba–lumba untuk membaca, belajar, atau bahkan mengkhatamkan atau paling tidak kita ada upaya untuk membaca baik yang sedang belajar maupun yang sudah biasa. Ini sangat baik untuk pembelajaran bagi kita agar kita jangan menganggap bahwa Al- Qur’an ini merupakan suatu yang didewakan sehingga kita anggap sebagai azimat yang tidak boleh disentuh. Sehingga Al-Qur’an hanya hiasan atau disimpan ditempat yang aman. diatas pintu, atau almari, Padahal Al-Qur’an ini adalah petunjuk hidup yang harus kita pelajari dan kita fahami agar kita laksanakan isinya dalam kehidupan kita sehari–hari.

Sebab Al-Qur’an ini berkaitan masaalah “ Ibadah dan Muamalah “. Jadi siapa pun manusianya yang boleh menjalankan Al-Quran walau mereka bukan orang islam dan tidak solat paling tidak dia akan mendapatkan kebahagiaan hidup didunia. Apalagi kita sebagai orang yang beriman yang menjalankan semua perintah Allah.SWT dan memahami serta menjalankan Al-Quransebagai hudal mestinya kita harus lebih baik dari pada mereka yang tidak menggunakan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Tapi kenyataannya masih banyak saudara kita yang lalai mereka beranggapan Al-Qur’an ini hanya mengatur hubungan ibadah dengan Allah. Sehingga mereka hanya memperbanyak ibadah magdhoh sementara mengabaikan ibadah Muamalah sesama manusia. Padahal ibadah yang berhubungan dengan ibadah magdhoh itu tidak lebih hanya 5% dari seluruh isi Al-Qur’an. Dengan membaca Al-Qur’an dan mengerti isinya kita akan semakin mantap dalam keimanan sehingga kita tidak akan ragu dengan janji Allah yang telah ditetapkan untuk orang–orang yang beriman, sehingga diharapkan kita akan semakin naik dalam ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
2.Orang Yang Menjaga Lidah
Yang kedua syurga merindukan orang yang mampu menjaga lidahnya. Lidah ini kecil bentuknya tidak bertulang tetapi akibat yang ditimbulkannya sangat luar biasa tajamnya lebih tajam dari pada pisau manapun di dunia ini, sehingga kalau melukai orang idak akan ada ubat yang mampu menyembuhkannya kecuali dengan meminta maaf kepada orang yang terluka dengan lidah kita. Oleh kerana itu dengan datangnya Bulan Mulia Ramadhan ini mari kita menjaga lidah kita dengan melatih untuk berbicara yang baik–baik saja apalagi dengan memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an . Dengan lidah selamatlah kita dan dengan lidah pula akan menghancurkan kita. Maka kita harus pandai–pandai memelihara lidah ini sebab semua masalah bersumber dari lidah. Sumber dari semua itu adalah nafsu yang tidak dapat dikendalikan, padahal dalam bulan Ramadhan ini semua syaitan telah diikat oleh Allah dan tidak akan mengganggu manusia. Tetapi pada kenyataannya masih banyak manusia yang berbuat menyimpang mengumbar keangkara murkaannya. Semua itu bersumber dari nafsu manusia itu sendiri. Dengan demikian bererti nafsu itu lebih kuat dari pada syaitan dalam menggoda dan berbuat aniaya.

Kerana bahayanya nafsu yang sangat besar maka tatkala Rasulullah SAW baru pulang dari perang badar beliau bersabda: “ Kita baru pulang dari perang kecil” Mendengar itu para sahabat jadi bingung dan bertanya: “Apakah masih ada perang yang lebih besar dari pada perang ini (Perang Badar) ya Rasulullah” “ ada yaitu perang melawan hawa nafsu” Dengan sabda Rasulullah SAW itu ternyata nafsu itu lebih besar pengaruhnya dari pada pujuk rayu syaitan. Nafsu seorang manusia yang mempunyai kekuasaan (Pemimpin) dapat menimbulkan perang dan pertumpahan darah dan kesengsaraan bagi seluruh rakyatnya. Dengan berpuasa di bulan Ramadhan diharapkan kita dapat mengendalikan nafsu sehingga kita akan terselamatkan dari perbuatan–perbuatan yang tidak terpuji, sehingga kita akan mampu meningkatkan kualiti puasa kita bukan hanya sekadar puasa menahan lapar dan dahaga tetapi akan menjadi puasa yang dapat mengendalikan nafsu–nafsu rendah pada diri kita.

Lidah yang kecil bentuknya tapi biasa membuat manusia terluka yang menimbulkan bekas dan tidak akan hilang sampai ajalnya. Maka ada pepatah: “fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”. Fitnah kerana lidah itu akan menimbulkan permusuhan yang panjang dan bahkan boleh saling berbunuhan dan dendam yang tiada putus. Siapa yang mampu menjaga lidahnya maka dia akan selamat dalam pergaulannya. Sebab semua masaalah bermuara dari lidah yang tidak terkendali. Maka hati- hatilah dengan lidah kita yang kecil ini.
3. Orang Yang Memberi Makan Orang Lapar
Pada bulan yang penuh berkah ini kita juga berlumba – lumba untuk memberikan sedekah, infaq, dan zakat. Barang itu berupa makanan untuk fakir miskin, yatim piatu maupun mengeluarkan untuk takzil di masjid masjid. Sebab dengan kita menginfaqkan sebahagian harta kita, kita juga mendapatkan pahala sebesar orang yang sedang berpuasa. Sungguh luar biasa Allah memberikan balasan bagi para hamabanya setiap amal ibadah mendapat nilai ibadah yang sangat tinggi. Mereka rela dengan suka rela mengeluarkan sebahagian rezekinya untuk memberikan makan dan minum kepada para musafir yang singgah di masjid–masjid yang mengharap keredhaan Allah.

Dan sekarang ini banyak kita lihat di setiap masjid sudah banyak kita temukan yang memberikan pelayanan dalam memberikan takzil / makan dan minum bagi para muslim yang singgah di masjid untuk berbuka puasa dan shalat.

Dengan infaq ini juga memberikan pelajaran bagi kita agar kita tidak kedekut dengan harta yang kita miliki bahwa dibalik harta yang kita miliki itu masih ada hak–hak orang lain yang memerlukan baik mereka yang meminta ataupun tidak meminta. Sehingga dengan infaq itu memberikan rasa aman kepada lingkungan dan memberikan rasa kasih sayang kepada sesama. 

4.Orang Yang berpuasa di Bulan Ramadhan
Dan yang terakhir syurga adalah merindukan orang–orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Puasa ini mempunyai nilai yang sangat tinggi dihadapan Allah sebab, puasa itu hanya untuk Allah sementara ibadah selain puasa untuk diri kita sendiri. Rasulullah bersabda: “ Semua amal perbuatan anak adam itu untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Kerana sesungguhnya puasa itu untuk–Ku dan Aku sendiri yang membalas” Oleh kerana itu diharapkan akhir dari perjalanan puasa adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

Untuk mewujudkan menjadi orang yang bertaqwa ini ternyata tidak mudah sebab kita masih diliputi dan diselubungi nafsu yang kotor sehingga untuk membersihkannya harus dengan berpuasa. Puasa ini akan menggiring kita menjadi manusia yang lembut bila puasa kita tidak sekedar menahan lapar dan dahaga, tidak sekadar memindah makan dari siang ke malam. Rasulullah bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa , hasil puasanya hanya lapar dan dahaga”


Demikianlah serba sedikit untuk mengingatkan kita agar dalam menjalani kehidupan ini kita akan semakin merasakan kasih sayang Allah. Semoga keimanan dan ketaqwaan kita tahun ini akan lebih baik dari pada tahun yang lalu. Sehingga kita menjadi salah satu dari golongan manusia yang dirindukan syurga.

Tuesday, July 9, 2013

Cara Paling Mudah Khatam Al-Quran Dalam Masa Sebulan

Pada zaman Rasulullah SAW, ada para sahabat Nabi yang mengkhatam Al-Quran dalam tempoh yang sangat singkat. Tapi, Nabi SAW ada memberi pesan, kalau nak khatam dalam masa yang singkat, jangan khatam kurang dari 7 hari. 

Dari `Abdullah bin `Amru RA bahawa Nabi SAW bersabda yang maksudnya: “Bacalah (khatamkanlah) Al-Quran dalam sebulan sekali.” Aku berkata: ”Sesungguhnya aku mampu untuk lebih dari itu.” Rasulullah SAW bersabda: “Maka, khatamkanlah dalam tujuh hari, jangan kurang dari itu.” (HR al-Bukhari)

Ini supaya kita membacanya dalam keadaan baik, tidak gopoh dan membacanya dengan penuh penghayatan. Kalau baca kelam kelibut pun tiada gunanya juga. Kerana manfaat utama dari Al-Quran adalah dengan menghayati maksudnya. Di samping itu, supaya kita tidak melupakan tugas dan peranan harian kita menempuh aktiviti duniawi. Tanggungjawab kita sebagai khalifah Allah di muka bumi ini pun kena jaga.

Memang ada dalam riwayat menceritakan beberapa tokoh salafussoleh yang mampu khatam dalam masa yang lebih singkat dari 7 hari, terutamanya pada bulan Ramadhan. Tapi, mereka melakukannya kerana mereka faham akan kemampuan mereka membacanya dengan tartil, tajwid yang betul, faham makna dan penghayatan. Sambil tidak mengganggu aktiviti harian dan tugasan mereka. Contohnya Imam Syafi'e diriwayatkan mampu khatam al-Quran sebanyak 60 kali dalam bulan Ramadhan. Masha Allah! Hebat!

Khatam Al-Quran Dengan Mudah Dalam Masa 30 Hari
Di sini ingin dikongsi sedikit cara untuk khatam al-Quran dalam tempoh 30 hari terutamanya apabila berada dalam bulan Ramadhan. Cara ini adalah cara yang paling mudah, praktikal, tidak membebankan dan tidak mustahil dicapai oleh semua. Hanya perlukan keazaman, kerajinan dan istiqamah.

Berikut caranya:

1. Dalam al-Quran mus-haf Uthmani, setiap juzuk al-Quran telah dicetak dengan ayat-ayat al-Quran sebanyak 20 muka surat. Bermakna setiap juzuk ada 20 muka surat.

2. Kita bahagikan 20 muka surat itu kepada 5, iaitu bilangan solat fardhu: Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya’. 20÷5=4. Bermakna setiap solat fardhu, kita hanya membaca 4 muka surat.

3. Bagi meringankan lagi, kita bahagikan 4 muka surat itu kepada 2 bahagian, iaitu:
-2 muka surat sebelum solat fardhu
-2 muka surat selepas solat fardhu

Dengan beristiqamah melakukannya pada setiap kali solat fardhu selama 30 hari, Insyaallah kita bakal mengkhatam 30 juzuk Al-Quran dalam tempoh sebulan.
Buat masyarakat bukan `Arab seperti kita ini, sebaik-baiknya sertailah bacaan Al-Quran itu dengan membaca sekali dengan maknanya. Semoga kita mendapat manfaat yang banyak apabila memahami maksud ayat-ayat suci al-Quran. Tidak hanya membacanya seperti biasa yang kita lakukan, tetapi membacanya sambil faham maksud tersebut


*Perkongsian dari: Shah Muzir